Month: February 2013

Biografi Muhammad Yamin

Biografi Muhammad Yamin

Dilahirkan di Sawahlunto, Sumatra Barat, pada tanggal 23 Agustus 1903. Meninggal di Jakarta pada tanggal 26 Oktober 1962. Sejak masa mudanya aktif dalam pergerakan kebangsaan. Pernah menjadi ketua Pengurus Besar Jong Sumatranen Bond, Indonesia Moeda, Partindo, Parpindo dan lain-lain. Pelopor penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa modern yang kemudian menjadi bahasa Indonesia. Penganjur dan pengamal yang …

+ Read More

Suatu Hal atau Sesuatu Hal

Suatu Hal atau Sesuatu Hal

Seorang pemerhati bahasa bertanya kepada saya melalui surat, “Bagaimana sebenarnya pemakaian yang tepat kata suatu dan sesuatu? Tampaknya seolah-olah sama saja: menjelaskan suatu hal atau menjelaskan sesuatu hal.” Pertanyaan itu memang menarik karena apa yang dikemukakan oleh penanya itu, sering kita jumpai dalam pemakaian bahasa sehari-hari. Kalau kita teliti pemakaian kedua bentuk kata itu lebih …

+ Read More

Arti kata Kemala, Kumala, dan Gemala

Arti kata Kemala, Kumala, dan Gemala

Kata kemala merupakan kata yang jarang digunakan oleh masyarakat. Karena memang arti kata kemala sendiri tidaklah terlalu nyata dan terkesan imajiner. Makna kata kemala terkesan mistis, walaupun mengandung makna yang indah. Karena mistis dan tidak nyata itulah, kata kemala masih jarang digunakan oleh masyarakat. Hal yang sama juga berlaku untuk kumala dan gemala, keduanya merupakan …

+ Read More

Arti Kata Epigon

Arti Kata Epigon

Kata epigon merupakan kata yang sangat jarang digunakan. Karena memang kata epigon merujuk pada satu atau dua saja substansi dalam kehidupan. Bukan kata umum yang bisa digunakan sembarangan dalam berbagai kesempatan. Karena itu, masih banyak orang yang tidak mengetahui arti kata dari epigon. Makna Epigon sendiri sebenarnya cenderung negatif dan tidak disukai oleh orang. Bisa …

+ Read More

Puisi Rustam Effendi – Pekik Asmara

Puisi Rustam Effendi – Pekik Asmara

Hampir semua sajak yang dikumpulkan dalam Percikan Permenungan itu adalah sajak-sajak murung, yang melukiskan kesedihan seorang remaja yang mesti bercerai dengan kekasihnya (meski tak pernah dijelaskan sebab-musabab perpisahan itu), penuh kenangan akan “masa nyawa boleh bercumbu,” nyata dari kebanyakan judul sajak itu sendiri: ‘Berduka,’ ‘Bernasib,’ ‘Gelap,’ ‘Gulita,’ ‘Lengang,’ ‘Di tengah Badai,’ ‘O, Hati,’ ‘Sebagai Mimpi,’ …

+ Read More