4 Penulis (Sastrawan) Indonesia dengan Pendapatan Tinggi

Dalam perkembangan dunia online yang semakin tinggi, ternyata tetap memberikan ruang gerak yang tinggi bagi penulis buku. Meskipun gaya membaca secara digital sudah mulai mendapat sambutan di masyarakat, namun sebagian besar pembaca buku masih mempercayakan kertas dan tinta sebagai media yang mereka percaya untuk membaca. Dan berikut, kita akan melihat 4 penulis Indonesia dengan pendapatan tertinggi di era modern ini.

4 penulis ini membuat karya yang memang paling populer dalam format buku, yaitu novel. Tentunya, novel yang mereka telurkan bukan hanya satu atau dua, tapi lebih banyak dari itu. Bahkan, ada pula yang membuat karyanya bersambung sampai 4 seri, atau biasa kita sebut dengan tetralogi.

Lalu, siapa saja nama keempat penulis itu? Inilah mereka.

1. Andrea Hirata

Siapa tak kenal Andrea Hirata? Laskar Pelangi yang ditulisnya telah menjadi legenda tersendiri dalam dunia sastra Indonesia. Karyanya yang luar biasa itu telah memberikan inspirasi untuk banyak masyarakat Indonesia, terutama dalam mengejar mimpi. Bukunya ini pun sudah dibuat ke dalam format film layar lebar. Selanjutnya? Kami yakin anda sudah tahu kelanjutan ceritanya.

Meskipun sempat membuat pernyataan kontroversial yang disayangkan banyak pihak (baca: klaim Andrea  klaim Pram) namun tetap tidak bisa dipungkiri, Novel Andrea adalah fenomena. Pendapatan yang didapatkannya dari hasil tulisan pun tidak main-main. Hanya dari satu bukunya saja, yaitu Laskar Pelangi dia sudah mendapatkan keuntungan sampai 6,3 milyar. Jumlah itu belum ditambahkan dengan nominal lain yang meluncur ke rekening pribadinya dari judul buku yang lain, film, dan lain-lain.

2. Habiburrahman El-Shirazy

Menulis novel sambil berdakwah, itulah prinsip utama Kang Abik (sapaan akrab Habiburrahman) dalam menulis. Terbukti, karya-karyanya telah memberikan warna baru dalam dunia sastra Indonesia. Tutur kata yang indah, disertai cerita yang penuh drama, ditambah dengan pembahasan mengenai agama Islam yang dalam, membuat novelnya memiliki pecinta tersendiri.

Salah satu karyanya yang paling meledak adalah Ayat-ayat cinta. Buku itu merupakan bukunya yang pertama kali diadaptasi di layar lebar. Meskipun pada proses finishingnya dia cukup kecewa karena naskah film itu cukup berbeda dengan novelnya, tetap saja film ayat-ayat cinta menjadi film yang cukup laris.

Sebagai seorang novelis yang dianggap sebagai novelis nomor 1 di Indonesia saat ini, Kang Abik sudah cukup banyak menelurkan judul buku. Beberapa buku yang sudah ditulisnya adalah: Di Atas Sajadah Cinta ( 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 ( 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta (2010), dan The Romance.

Pendapatannya dari buku, disinyalir mencapai angka 2,4 milyar rupiah.

3. Mira Widjaya

Penulis lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti tahun 1979 ini telah menghasilkan puluhan karya, utamanya roman. Tak kurang dari 20 karya Mira menyentuh penjualan terbaik atau best seller. Dari sekian banyak karyanya, yang paling fenomenal adalah Cinta Sepanjang Amazon (2009).

Novel ini merupakan karya Mira yang ke-75 dan telah dibuat versi layar lebarnya. Cinta Sepanjang Amazon sukses mengantar wanita kelahiran Jakarta ini menjadi penulis terkaya dengan total pendapatan tak kurang dari Rp2 miliar.

4. Dewi ‘dee’ Lestari

Akhir-akhir ini, kita banyak menyaksikan film dengan cerita yang menarik dan unik. Perahu kertas 1 dan 2, Rectoverso, Madre, dan Malaikat Tak Bersayap adalah yang kami maksud. Film-film itu memberikan kisah yang unik dan cukup diminati masyarakat. Ternyata, film-film itu berasal dari buku.

Siapa penulisnya?

Ya, Dewi Lestari jawabnya. Dia merupakan representasi penulis perempuan yang paling diperhitungkan di masa ini. Tulisannya khas, memiliki kekuatan tersendiri, dan tentunya, menghibur.

Sebelum menulis buku dalam format cerita pendek dan kumpulan prosa, Dee dulunya lebih sering menulis novel. Novel bersambungnya, Supernova merupakan karya fenomenalnya yang kadang sulit dimengerti oleh pembaca awam.

Dari Supernova, Dee disinyalir mendapatkan keuntungan hingga 1,5 milyar rupiah. Sebuah angka yang fantastis untuk sastra.

This entry was posted in Sastra and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>