Arti Kata Pandir

Semakin banyak waktu berlalu, semakin berkembang pula bahasa itu. Kosakata yang dulu banyak digunakan, bisa saja tiba-tiba hilang ditelan oleh waktu yang kejam. Leksikon yang dulu tidak terpikirkan keberadaannya pun, kadang muncul tanpa dapat diprediksi oleh orang-orang. Bahasa adalah alat untuk mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran, sejauh leksikon yang muncul di dalamnya dapat dipahami orang, maka banyak orang menganggap kesalahan penggunaan bahasa adalah hal yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan. Salah satu kata yang sudah semakin jarang digunakan adalah kata ini: Pandir. Hal ini membuat kebanyakan orang tidak paham akan arti pandir yang sebenarnya itu seperti apa. Karena itulah, dalam tulisan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai arti kata pandir yang benar.

Pada dasarnya, kata pandir memang tidak banyak digunakan oleh orang-orang. Kata ini lebih banyak digunakan masyarakat modern dalam puisi dan prosa. Mungkin karena bentuknya yang terkesan klasik, membuat kata ini dianggap lebih puitis. Salah satu sastrawan terkenal yang menggunakan kata pandir di dalam puisinya adalah Sapardi Djoko Damono. Pada Suatu Malam, adalah salah satu puisi karangan Sapardi yang menggunakan kata Pandir ini.

Lalu, sebenarnya apa arti kata dari Pandir ini? Mari kita bahas sekarang juga. Inilah arti kata dari pandir yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

pan·dir a bodoh; bebal;

ke·pan·dir·an n kebodohan; kebebalan;

ke·pan·dir-pan·dir·an n berlaku spt orang yg pandir

Jadi, pada dasarnya memang kata pandir mengandung arti kata yang negatif, yaitu bodoh dan bebal. Namun, entah kenapa, banyak juga orang yang baru saja mendengar kata pandir, lantas mengkaitkannya dengan kikuk. Padahal, kikuk dan bodoh adalah dua hal yang berbeda.

Itulah tadi sekilas informasi mengenai arti kata dari pandir. Semoga dapat bermanfaat untuk anda. Salam sastra!

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Kamus and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>