Arti Kata Puasa

Tak terasa, bulan Ramadhan sudah hampir setengah jalan kita lakukan. Penulis berharap, segenap pembaca muslim berhasil melakukan ibadahnya yang terbaik untuk Sang Pencipta, dan segenap pembaca yang non muslim tidak terganggu kehidupan sehari-harinya karena bulan Puasa ini.

Karena sedang sering-sering digunakan untuk berkata, penulis tergelitik untuk membagikan arti kata puasa bagi segenap pembaca blog sastranesia.

Menurut penulis, arti kata puasa harus dipahami oleh segenap orang muslim dan non muslim di Indonesia. Karena percaya atau tidak percaya, puasa ternyata melibatkan lebih dari sekedar agama islam dari permulaannya.

Jadi untuk membahasnya, kita akan membagi pengertian kata puasa dalam dua kategori. arti kata puasa menurut asalnya dan arti kata puasa di zaman sekarang. Ya, keduanya berbeda.

Arti kata puasa menurut asalnya berasal dari bahasa sansekerta. Artinya, pihak yang pertama kali menggunakan kata itu adalah tradisi Hindu.

Menurut M.A. Salmun, “Puasa” berasal dari kata “Upawasa” yang berarti “menutup”, dengan kata lain menutup/menahan hawa nafsu. 

Sedang arti kata puasa zaman sekarang, tentu saja rujukan kita hanya ada pada satu buku: Kamus Besar Bahasa Indonesia.

pu·a·sa 1 v menghindari makan, minum, dsb dng sengaja (terutama bertalian dng keagamaan); 2 n Isl salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yg membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari; saum;
– apit puasa pd hari kelahiran ditambah sehari sebelum dan sehari sesudahnya;
– fardu puasa wajib;
– pati geni puasa dng jalan menghindari melihat sinar (cahaya), tidak makan, minum, dan tidak tidur;
– sunah puasa yg tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan (msl puasa Syawal, yaitu puasa enam hari dl bulan Syawal puasa pd hari Senin dan Kamis);
– wajib puasa yg diwajibkan (msl dl bulan Ramadan);

ber·pu·a·sa v melakukan puasa

Lalu, apakah kata puasa lantas menjadi kata yang tabu diucapkan oleh orang muslim? Bagi penulis tidak.

Mengapa? Karena kata puasa yang berasal dari budaya Hindu itulah yang diperkenalkan oleh Wali Sanga hingga kemudian membuat banyak orang Hindu pada masa itu tidak terlalu asing dengan Islam. Betapa besarnya sumbangsih kata puasa ini, tidak selantasnya membuat dia menjadi hal yang tabu untuk diucapkan oleh orang muslim.

Lagipula, para ahli bahasa di Indonesia sudah membuatkan pengertian kata puasa yang lebih sesuai dengan zaman sekarang. Untuk itu, sudah sewajarnya kita tidak perlu terlalu mempermasalahkan penggunaan kata puasa.

Demikian artikel kami mengenai arti kata puasa, semoga bermanfaat.

This entry was posted in Kamus and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>