Arti Kata Subversi dan Subversif

Bahasa Indonesia memang bahasa yang masih hijau dan muda. Usianya belum lah selama bahasa-bahasa lain yang sudah lebih dulu ada, seperti bahasa daerah misalnya. Bahasa Indonesia baru lahir di tahun 1928, ketika sumpah pemuda. Bahkan, ketika lahir itu, orang masih belum bisa merumuskan dengan detail bagaimana sebenarnya bahasa Indonesia itu.

Sebagai bahasa yang baru dan masih perlu pengembangan, bahasa Indonesia terus mengalami perubahan. Jika dulu kita menggunakan kata yang bercampur seperti: penulisan huruf ‘C’ diganti dengan ‘TJ’. Contoh: Dulu ‘Tjinta’ sekarang menjadi ‘Cinta’. Ataupuan penulisan huruf ‘U’ menggunakan ‘OE’. Contoh: Dulu ‘Soerat’ sekarang menjadi ‘Surat’.

Dalam pengembangannya, sebagai bahasa yang berupaya mempersatukan berbagai etnis dan budaya, bahasa Indonesia banyak melakukan serapan. Bahasa Inggris, Jawa, Melayu, Arab, bahkan China dan bahasa daerah lain pun termasuk di dalamnya.

Salah satu kata yang mirip dengan kata dari bahasa lain adalah bahasa ini: subversif. Sebuah kata yang dulu populer, namun sekarang sudah jarang digunakan.

Kata subversi dan subversif ini memiliki arti yang hampir sama, namun jangan sampai kita salah dalam menggunakannya. Jadi, untuk lebih jelasnya, mari langsung saja kita simak arti kata subversi dan subversif ini sesuai dengan KBBI.

sub·ver·si /subvérsi/ n gerakan dl usaha atau rencana menjatuhkan kekuasaan yg sah dng menggunakan cara di luar undang-undang;

me·nyub·ver·si·kan v menuduh dng undang- undang subversi; menuduh melakukan tindak subversif: jurus – pemalsu pestisida dicanangkan oleh Jaksa Agung

sub·ver·sif /subvérsif/ a berkenaan dng subversi: ia ditangkap atas tuduhan melakukan kejahatan –

Jadi, cukup jelas bukan apa arti kata dari keduanya? Subversi, penuh dengan muatan politik dan orang yang dianggap subversif pun bisa dijerat pasal undang-undang.

Subversi merujuk pada kata benda, sedang subversif adalah kata sifat. Keduanya berarti sama.

Pada masa orde baru, salah satu sastrawan revolusioner pada masa itu, Wiji Thukul dengan berani menempatkan kata itu dalam puisinya yang berjudul: Peringatan. Sebuah puisi yang berani dan mungkin membuatnya hilang sampai saat ini.

Inilah pembahasan kita mengenai arti kata subversi dan subversif, semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi pembaca semua.

This entry was posted in Kamus and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Arti Kata Subversi dan Subversif

  1. Pingback: Puisi “Peringatan” Karya Widji Thukul | SastraNesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>