Author: Muhammad Ilham

Hujan Hari ini

Hujan Hari ini

Hujan Hari Ini Tentang air langit yang kembali ke bumi T’lah lama ia menanti hari ini Menjelma menjadi tetesan hujan Membawa pesan yang berkesan Gerimis membawa nada syahdu Getarkan hati akibat rindu Lama ia tak berjumpa Harapnya, semoga kau baik-baik saja Semakin deras Tentang ia yang telah tinggi Pangkat tinggi, gaji selangit Jangan kan rindu …

+ Read More

Siur Angin

Siur Angin

Untuk senjaku yang kemarin Aku ingin ucap terima kasih Meski hanya sekedar bercengkrama dengan angin Hangatmu tetap kurasakan. Untuk siur angin yang mengalun Aku pejamkan mata dan nikmati nyanyian mu Larut aku hingga kelu raga ini Ingin lebih lama beralun denganmu. Sedang hujanku hari ini Meski tak selalu kau janjikan pelangi hadir Aku tetap menunggu …

+ Read More

Moccoffe

Moccoffe

Moccoffee Kata orang orang, Kalau suka minum kopi itu ga baik ya? Laki laki itu kembali menyeruput minuman hitam pekat dibalik cangkirnya Katanya, ini kopi terbaiknya Namanya kopi hitam Gulanya sedikit saja, Aku tanya kenapa? Dia tidak menyukai sesuatu yang terlalu manis Kecuali aku, katanya Kata orang orang Kalau minum kopi jangan tiap hari nanti …

+ Read More

Beku

Beku

Waktu berlalu. Terlalu cepat tahun berganti. Tapi aku tidak menghitungnya Aku kira aku menghilang sebentar saja. Tapi ternyata sudah bertahun, Meski begitu.. Lewat tatapan saja matamu mampu menghipnotis. Kakiku gemetar, Ketika melihat kamu kembali terluka. Rasanya aku sudah rela.. Rela kalau saja kamu ditenangkan oleh orang lain. Tiga bulan, Cukup dengan tiga bulan saja tapi …

+ Read More

Puan

Puan

Cahaya melahirkan bayang: origami hitam yang diseret seorang perempuan sepanjang trotoar yang ditumbuhi tiang lampu, deret bangku panjang, dan pohon oak yang memanen senja kelabu suatu petang Sungai melukiskan wajah seorang hawa yang tengah berdiri mematung di pinggir jembatan dengan isak yang ia coba titipkan kepada rinai air dan aroma mendung gigil Hening mengikal di …

+ Read More