Bagaimana Kata Singkatan Dilafalkan

Banyak orang yang belum dapat menerima pelafalan kata-kata singkatan dengan cara yang sesuai dengan yang tercantum di dala buku pedoman ejaan baru. Singkatan kata yang mengambil huruf-huruf awal kata di dalam suatu bahasa haruslah dilafalkan sesuai dengan nama-nama huruf di dalam abjad bahasa yang bersangkutan. Misalnya, singkatan BBC (dari bahasa Inggris: British Broadcasting Corporation) dalam bahasa Inggris dilafalkan dengan bi-bi-si, tetapi di dalam bahasa Belanda dilafalkan dengan be-be-se. Di dalam bahasa Indonesia pun singkatan itu haruslah dilafalkan sesuai dengan nama-nama huruf di dalam abjad Indonesia. Oleh karena huruf ketiga dalam abjad Indonesia sekarang namanya ce, maka lafal BBC dalam bahasa Indonesia menjadi be-be-ce.

Orang yang sudah terbiasa melafalkan singkatan itu seperti lafal di dalam bahasa asalnya, mungkin akan merasa janggal melafalkan demikian, padahal perasaan janggal itu sebenarnya timbul hanya karena tidak biasa. Kalau kita ingin mempertahankan lafal BBC sebagai lafal bahasa Inggris bi-bi-si, mengapa singkatan AC (dari basa Inggris: Air Conditioner) kita lafalkan dengan a-se? Mengapa tidak kita lafalkan sesuai dengan nama huruf di dalam abjad Inggris yaitu ei-si? Nyata, bahwa lafal a-se itu kita tiru dari lafal Belanda atau boleh juga kita katakan masih didasarkan pada nama-nama huruf dalam abjad kita yang lama.

Lama sekali kita melafalkan singkatan TVRI dengan ti-vi-er-i. Kita tidak sadar bahwa kita telah mencampurkan dua macam pelafalan: ti-vi menurut lafal abjad Inggris dan er-i menurut lafal abjad Indonesia. Lafalnya yang tepat  tentulah te-fe-er-i. Demikian juga kata yang berasal dari Bahasa Arab Musabaqah Tilawatil Quran yang disingkatkan menjadi MTQ dilafalkan orang dengan em-ti-kyu yang seperti pelafalan Inggris. Bukankah aneh sekali bila singkatan kata Arab dilafalkan menurut nama-nama huruf dalam abjad Inggris oleh orang Indonesia? Lafalnya yang tepat ialah em-te-ki.

Kita tidak dapat berpegang pada pendirian bahwa kata singkatan dari bahasa asing dilafalkan sesuai dengan nama-nama di dalam abjad dari bahasa itu. Bagaimana kita akan melafalkan kata singkatan dari bahasa asing yang tidak kita ketahui nama-nama huruf di dalam abjadnya, misalnya bahasa Rusia, bahasa Cekoslowakia, Norwegia, Italia, Spanyol, dan lain-lain? Bukankah jalan yang terbaik ialah melafalkannya sesuai dengan nama-nama huruf di dalam abjad kita?

Di antara orang Indonesia banyak sekali yang menguasai bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Contoh saya tadi memperlihatkan bahwa orang Belanda tidak akan melafalkan singkatan BBC dengan bi-bi-si sebagaimana orang Inggris melafalkannya. Orang Belanda akan melafalkan singkatan itu dengan be-be-se. Sebaliknya kita kenal singkatan kata KLM dalam bahasa Belanda yaitu nama maskapai penerbangan Belanda yang dilafalkan oleh orang Belanda dengan ka-el-em sesuai dengan nama huruf di dalam abjad bahasanya.

Singkatan kata dengan mengambil huruf-huruf awal kata singkatan kata bahasa Indonesia maupun singkatan kata bahasa asing, dalam bahasa Indonesia haruslah dilafalkan sesuai dengan nama-nama huruf di dalam abjad Indonesia menurut ejaan baru; a – be – ce – de – e – ef – ge – ha – i – je – ka – el – em – en – o – pe – ki – er – es – te – u – fe – we – eks – ye – zet. Begitulah nama-nama huruf di dalam abjad kita.

Namun, kata-kata singkatan yang biasa disebut akronim (bahasa asing) yang bersifat internasional tidak dilafalkan sebagai lafal kita, tetapi tetap sebagai lafal asal bahasa asing itu sebagaimana kata itu dilafalkan orang di berbagai negara di dunia. Misalnya, SEA GAMES tetap dilafalkan seperti lafal Inggrisnya [si: geyms], UNICEF [yunisyef] bukan [unitjef], UNESCO dilafalkan [yunesko] bukan [unestjo]. Kata-kata singkatan itu dianggap kata internasional sehingga tidak disesuaikan dengan lafal kita.

Kata-kata asing yang masih dipakai seperti asalnya, artinya tidak diindonesiakan, tetap dilafalkan seabgai lafal aslinya jika ejaannya masih tetap ejaan asing. Misalnya, research, survey, reshuffle, sample. Jikalau kata-kata itu diindonesiakan ejaannya, lafalnya pun seperti lafal Indonesia. Misalnya, riset, survai, sampel.

Diambil dari buku Inilah Bahasa Indonesia yang Benar karangan J.S. Badudu.

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>