Bahagia yang Fana

Bahagia yang Fana

Bahagia itu fana.
Bagiku, entah menurut orang lain di luar sana.
Bagi dunia, aku dituntut untuk terus bahagia.
Mereka tak peduli apa yang sesungguhnya terjadi padaku.

Mereka hanya mempedulikan pada postingan media sosial
Tanpa mengetahui duka dan ironi dibaliknya.
Mereka hanya tertawa dan terpana akan bagian luarku,
Tanpa paham sesungguhnya penderitaan yang kerap kali
Sengaja aku sembunyikan

Menutupi perasaan yang sesungguhnya.
Menyembunyikan luka dan nestapa.
Sehingga, saat ini sudah tak lagi kukenali
Makna Bahagia.

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: