Bentuk Menelusuri dan Menyelusuri

Sering kita melihat orang menggunakan kedua bentuk kata di atas secara berganti-ganti, artinya, kadang-kadang dipakai orang bentuk menelusuri, kadang-kadang dipakai pula bentuk menyelusuri. Karena itu, timbul pertanyaan, mana bentuk yang betul di antara kedua bentuk itu.

Bentuk pertama (menelusuri) belum lama kita kenal. Buktinya, kata itu tidak akan anda temukan Kamus Modern Bahasa Indonesia susunan St. Mohammad Zain, sebuah kamus bahasa Indonesia yang tidak pernah dicetak ulang lagi setelah penyusunnya meninggal. Kata dasar kata bentukan itu ialah kata telusur, dipungut dari bahasa Jawa tlusur. Jadi, dalam bahasa Indonesia, kata itu telah disisipi dengan bunyi /e/ swarabakti menjadi telusur.

Menelusuri pantai berarti ‘berjalan sepanjang tepi pantai’. Menelusuri pembicaraan orang artinya ‘mengikuti pembicaraan orang dari awal hingga akhir’. Kata ini kata baru, sebab dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) susunan Poerwadarminta terbitan tahun 1976, kata ini tidak terdapat.

Kata menyelusuri jika kita teliti bentuknya, tentu dibentuk dari kata dasar selusur. Namun, dalam KUBI akan Anda baca arti yang sama sekali tidak ada persamaannya dengan arti seperti dalam pemakaiannya dewasa ini. Dalam kamus Mohammad Zain, tidak kita temukan kata kepala selusur, apalagi telusur seperti kata baru itu. Yang ada dalam kamus Moh. Zain ialah kata susur sebagai kata benda yang berarti ‘pinggir’ atau ‘tepi’, misalnya susur pantai, susur hutan, susur kota. Arti kedua ialah ‘sugi tembakan dalam mulut orang’ dipungut dari bahasa Jawa. Selanjutnya ditulis: berlayar menyusur pantai artinya ‘berlayar sepanjang pantai’, menyusur kota artinya ‘berjalan sepanjang pinggir kota’.

Rupanya kata menyusur atau menyusuri itu diberi sisipan –el- menjadi menyelusur atau menyelusuri dalam arti yang sama dengan menyusuri yang sudah diterangkan di atas. Kata menyelusuri yang artinya sama dengan kata menelusuri yang dipungut dari bahasa Jawa itu banyak digunakan orang di daerah Melayu, di Medan misalnya.

Sisipan –el- yang ditambahkan pada kata dasar susur sehingga menjadi selusur, kemudian dibentuk menjadi menyelusur atau menyelusuri tidak mengubah makna kata: menyusur/menyusuri = menyelusur/menyelusuri. Bandingkanlah bentuk dengan tambahan sisipan –el- itu dengan bentuk-bentuk lain yang ada di dalam bahasa kita.

Gendang = genderang
Suling = seruling
Cerita = ceritera

Sebagai kesimpulannya, dewasa ini kata menyusur dipakai dalam arti yang sama  dengan kata menyelusur, sedangkan kata menyusuri dipakai dalam arti yang sama dengan kata menyelusuri. Kedua bentuk itu dianggap bersinonim saja dengan bentuk baru yang berasal dari bahasa Jawa menelusur dan menelusuri.

Jika kita telusuri kejadian itu dari awal, …
= Jika kita selusuri kejadian itu dari awal, …

Berjalan menyusuri pantai.
= berjalan menyelusuri pantai
= berjalan menelusuri pantai

Kedua bentuk itu dapat dipakai secara berganti-ganti karena kedua-duanya mengandung makna/arti yang sama.

Diambil dari buku : Inilah bahasa Indonesia yang benar, karangan J.S. Badudu.

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>