Bentuk Pejabat dan Penjabat

Sampai sekarang ini, masih saja kita lihat kekacauan yang dibuat orang dalam pemakaian kata pejabat dan penjabat. Orang masih saja mengacaukan pengertian ‘yang menjabat sementara’ dengan ‘yang berjabatan tetap’. Mari kita tinjau proses pembentukan kedua patah kata itu sehingga jelas kepada kita makna yang terkandung pada kata-kata itu masing-masing.

Bentuk kata benda yang dibentuk dengan awalan pe(N)- atau pe(R)- selalu sejalan dengan bentuk akta kerja dengan awalan me(N)- atau be(R)-. Perhatikan contoh-contoh berikut!

Pukul-memukul-pemukul

Dobrak-mendobrak-pendobrak

Gali-menggali-penggali

Susun-menyusun-penyusun

Dari contoh di atas, kita lihat kesejalanan bentuk awalan mem dengan pem-, men- dengan pen-, meng- dengan peng-, dan meny- dengan peny-. Bentuk pemukul hanya ada karena ada kata kerja memukul; artinya ‘orang yang memukul’ atau ‘alat untuk memukul’. Demikian juga bentuk yang lain. Kita perhatikan pula bentuk kata benda yang dihasilkan oleh kata kerja berawalan be(R)- di bawah ini.

Dagang-berdagang-pedagang

Tani-bertani-petani

Juang-berjuang-pejuang

Tinju-bertinju-petinju

Dari contoh di atas, kita lihat bahwa kata kerja berawalan ber- menghasilkan kata benda dengan bentuk awalan pe- bukan per-. Memang ada juga kata kerja berawalan ber- yang menghasilkan kata benda bentukan dengan awalan per-, tetapi bentukan seperti ini tidak banyak. Beberapa contoh ialah ‘orang yang biasa berburu’ disebut perburu; ‘orang yang bertapa’ disebut pertapa.

Bentuk dasar tinju dapat kita bentuk menjadi kata kerja meninju dan bertinju; orang yang meninju ialah peninju, sedangkan orang yang biasa bertinju ialah petinju. Demikian juga bila kita ambil bentuk dasar jabat. Bentuk dasar ini dapat kita bentuk menjadi kata kerja menjabat dan berjabat atau berjabatan. Dari kata kerja menjabat lahir bentuk kata benda penjabat yang berarti ‘orang yang menjabat’, sedangkan dari kerja berjabatan lahir bentuk kata benda pejabat yang artinya ‘orang yang mempunyai jabatan’ atau ‘orang yang memangku suatu jabatan atau pangkat’.

Jadi, orang yang memangku suatu jabatan secara tetap disebut pejabat, sedangkan orang yang hanya menjabat jabatan itu untuk sementara disebut penjabat. Begitulah makna kedua patah kata bentukan itu kita bedakan. Sebagai contoh kita katakan, Sebelum terbentuk Kabinet Pembangunan III sekarang ini, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja adalah penjabat Menteri Luar Negeri. Kita dapat juga mengatakan bahwa beliau ketika itu adalah pejabat sementara Menteri Luar Negeri. Perhatikan: bukan penjabat sementara sebab penjabat sudah mengandung makna ‘sementara’.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminta cetakan ke-5 tahun 1976 halaman 391 kolom 2 tercantum sebagai berikut:

Pejabat: Pegawai pemerintah yang memegang jabatan penting;

Penjabat: orang yang melakukan jabatan orang lain untuk sementara.

Diambil dari buku Inilah Bahasa Indonesia yang Benar karangan J.S. Badudu.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>