Berapa Jumlah Perkataan dalam sebuah Kalimat Bahasa Indonesia

“Berapa jumlah kalimat terbanyak dalam sebuah kalimat bahasa Indonesia?” sebuah pertanyaan yang pernah disampaikan/diajukan orang kepada saya. Jumlah kata dalam sebuah kalimat panjang sebenarnya tidak terbatas selama kalimat itu masih ‘jalan’, artinya masih dapat ditangkap maknanya secara jelas karena susunan kata, frase, dan klausanya teratur. Namun, haruslah diperhatikan bahwa sebuah kalimat panjang (kalimat sintesis) tidaklah terlalu mudah menyusunnya. Kita harus dapat menempatkan bagian-bagian kalimat itu pada urutannya yang tepat, disamping kita harus pula menggunakan tanda-tanda baca secara baik dan tepat. Kalau dalam bahasa lisan bagian-bagian kalimat dinyatakan dengan perhentian-perhentian serta lagu tutur yang menambah jelas pengertian kalimat yang diucapkan, maka dalam bahasa tulis semuanya itu hanya dinyatakan dengan tanda-tanda baca yang sangat kurang sempurna.

Kalimat dia pergi juga ke kantor meskipun dia sakit dalam tuturan nyata terdiri atas dua bagian jika diberikan jeda (perhentian) antara kata kantor dan meskipun. Dalam penulisan, menurut aturan ejaan yang berlaku, kalimat itu akan ditulis dengan huruf kapital awal kata pertamanya dan diberi tanda titik sesudah kata sakit: Dia pergi juga ke kantor meskipun dia sakit. Kalimat itu tidak dapat dipisah sendiri-sendiri menjadi Dia pergi juga ke kantor. Meskipun dia sakit. Penggal kedua kalimat itu meskipun dia sakit tidak dapat berdiri sendiri karena tanpa penggal-pertama bagian itu tidak dapat dipahami. Penggal kedua itu merupakan klausa yang bergantung pada klausa lain, dalam istilah tradisional disebut anak kalimat yang bergantung kepada induk kalimat karena merupakan bagian daripada induk kalimat itu.

Cara yang salah seperti yang disebutkan di atas ini sering kita jumpai dewasa ini, terutama pada tulisan pengarang-pengarang muda. Kita dapat menghindari kalimat panjang dengan membagi-bagi kalimat panjang itu menjadi beberapa kalimat pendek, tetapi itu tidak berarti bahwa kita dapat menuliskan anak kalimat sebagai sebuah kalimat yang berdiri sendiri. Misalnya : Sebab dia tidak datang. Kalau saudara setuju. Sehingga anak itu mati lemas. Dan sebagainya. Kalimat-kalimat ini hanyalah bagian dari sebuah kalimat yang lebih besar.

Misalnya : Saya benar-benar kecewa sebab dia tidak datang.
Kalau saudara setuju, perkara biaya dapat kita bicarakan kemudian.
Pertolongan terlambat sehingga anak itu mati lemas.

Mari kita perhatikan kalimat-kalimat berikut yang kurang tepat penempatan kata dan klausanya sehingga pemahaman terhadap kalimat itu “terganggu”.
(1) Iparnya, selain bekerja pada sebuah perusahaan penerbit, juga penulis buku kanak-kanak terkemuka.

Perhatikan penempatan kata terkemuka dalam kalimat di atas. Tentu saja anda dapat menebak bahwa yang dimaksud oleh penulis itu dengan kata terkemuka bukanlah kanak-kanak, melainkan penulis buku dalam kalimat itu disebut “iparnya”. Oleh sebab itu, kata terkemuka sebaiknya langsung ditempatkan di belakang kata penulis sehingga kalimat itu menjadi:
Iparnya, selain bekerja pada sebuah perusahaan penerbit, juga penulis terkemuka buku kanak-kanak.

Untuk menghindari kesalahan pengertian, kita dapat juga menggunakan cara yang lain, misalnya menggunakan tanda baca sebagai alat pembantu. Dalam hal kalimat di atas tadi, kita dapat menggunakan tanda hubung diantara kata penulisa, buku, dan kanak-kanak sehingga ketiga patah kata itu merupakan sebuah frase yang diikuti oleh sebuah keterangan “terkemuka”. Kalimat itu kita tuliskan:
Iparnya, selain bekerja pada sebuah perusahaan penerbit, juga adalah penulis-buku-kanak-kanak terkemuka.

Walaupun mungkin tulisan dengan tanda-tanda hubung itu tampak kurang indah, hal itu diizinkan dalam aturan ejaan.

Semoga bermanfaat!

Tulisan ini diambil dari buku “Inilah Bahasa Indonesia yang Benar” Karangan J.S. Badudu pada tahun 1983 oleh PT Gramedia.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>