Biografi Singkat J.E. Tatengkeng

Dilahirkan di Kolongan, Sangihe, Minahasa pada tanggal 19 Oktober 1907. Meninggal di Makassar 6 Maret 1968. Setelah menamatkan H.K.S, Tatengkeng lalu menjadi guru H.I.S di Tahuna, sudah itu di Pajeti (Sumbawa). Pada masa setelah kemerdekaan ia pernah menjadi mentri muda Pengajaran(1947), kemudian menjadi Mentri Pengajaran dan bahkan menjadi Perdana Menteri (1949). Negara Indonesia Timur (N.I.T). Kemudian menjadi Kepala Inspeksi Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, turut mendirikan dan menjadi dosen di Universitas Hasanuddin. Tahun 1958 menerbitkan dan memimpin majalah kebudayaan Sulawesi yang usianya hanya kurang lebih setahun saja.

Sajak-sajaknya terutama dikumpulkan dalam Rindu Dendam (1934) bernafaskan ke Tuhanan dan penuh rasa sukur – keriangan remaja yang belum mengenal pahit-pedih dunia. Kalaupun sekali mengalami kepahitan karena anak meninggal, menerimanya sebagai kehendak Tuhan yang mesti diterima dengan sabar-tawakal.

Esai dan kritiknya yang banyak dimuat dalam majalah Poedjangga Baroe sebelum perang, tajam dan menunjukan ketakpuasannya menerima batas-batas intelektualitis dalam kritik-seni.

Pada masa sesudah perang Tatengkeng pun ada juga menulis sajak, antaranya yang dimuat dalam majalah Zenith (1951), tetapi tidak begitu penting. Yang lebih menarik dan lebih besar artinya adalah kisah-kisahnya yang humoristis dan sangat segar mengeritik manusia-manusia Indonesia sesudah revolusi, antara lain yang dimuat dalam majalah duabulanan Konfrontasi (1954) dan Sulawesi (1958).

Diambil dari buku Membicarakan Puisi Indonesia oleh Ajip Rosidi.

This entry was posted in Tokoh and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Biografi Singkat J.E. Tatengkeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>