Biografi Singkat Rustam Effendi

Dilahirkan di Padang pada tanggal 18 Mei 1902, menempuh hoofd-acte di Negeri Belanda dan pernah pula menjadi wakil partai Komunis Belanda dalam Tweede Kamer (1933-1946). Keluar dari partai tersebut tatkala pulang ke Indonesia sesudah proklamasi kemerdekaan, lalu mengikuti Tan Malaka beberapa lamanya.

Agaknya sebelum berangkat ke Negeri Belanda, ia merasa kecewa oleh kelesuan pergerakan kebangsaan lantaran tekanan pemerintah kolonial. Pergerakan massa tak mendapat pintu, maka ia menulis sajak dan sebuah drama-sajak yang adalah merupakan drama-sajak pertama dalam bahasa Indonesia. Kumpulan sajak itu berjudul Pertjikan Permenungan (1926) dan drama sajaknya berjudul Bebasari (1926). Sesudah perang ia menulis buku-buku populer mengenai politik.

Arti Bebasari dalam sejarah kesusastraan Indonesia, telah dirumuskan oleh H.B. Jassin dalam tulisannya. Sedikit Sejarah dan Rustam Effendi : Dengan sekaligus di sini dilakukan dua percobaan, yakni pertama syair yang bersifat cerita buat pertama kali dipakai untuk menyatakan pikiran dan perasaan sebagai pengucapan cita-cita kebangsaan dan kedua bentuk sandiwara buat pertama kali dimasukkan pula ke dalam kesusastraan Indonesia.”

Perumusan itu sangat tepat, tetapi hendaknya diberi catatan segera : bahwa usaha itu memang baru sampai pada tingkat percobaan. Sebagai gejala dalam sejarah kesusastraan Indonesia, memang Bebasari penting, bahkan penting sekali, namun sebagai hasil cipta tidak demikian halnya. Karena dalam “toneel” itu kita hanya dihadapkan dengan permainan yang mati. Percakapan-percakapan para pelakunya pun sukar dikatakan mampu mendukung cerita, jangankan lagi melukiskan suatu watak.

Demikian pula halnya dengan kumpulan sajak Percikan Permenungan (1926), artinya yang utama ialah sebagai gejala dalam sejarah kesusastraan Indonesia dan sebagai percobaan untuk mempergunakan bentuk puisi untuk menyatakan espresi kalbu seorang individu dengan meninggalkan kebiasaan dan ketentuan-ketentuan puisi Melayu yang sudah membeku berabad-abad lamanya seperti syair, pantun, seloka dan sebagainya. Terutama sebagai percobaan yang lebih berani mengenai bentuk dan kesanggupan bahasa Melayu sebagai bahasa puisi dan bahasa sastra yang bersifat pribadi itulah peranan dan jasa Rustam Effendi dengan Percikan Permenungan.

Sajaknya Bukan Beta Bidjak Berperi yang termuat dalam Pertjikan Permenungan sangat terkenal dan biasanya dianggap sebagai langkah pertama untuk melepaskan diri dari ikatan sastra Melayu. Tetapi Roestam sendiri dalam sajak-sajaknya banyak terikat oleh bahasa dan ungkapan lama. Hanya dalam bentuk ia melepaskan diri dari ikatan-ikatan pantun atau syair.

Karya Rustam atau Roestam Effendi yang lain yang memiliki nilai-nilai yang cukup dihargai pada masanya adalah seperti Pekik Asmara, Mengeluh, dll. Beliau mungkin memang bukan sastrawan sejati, akan tetapi karya-karya beliau memberikan pengaruh yang besar dalam penggunaan Bahasa Indonesia dan sajak-sajak setelahnya.*

Diambil dari buku Membicarakan Puisi Indonesia oleh Ajip Rosidi.

*= merupakan tulisan dari admin sastranesia.com.

This entry was posted in Tokoh and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Biografi Singkat Rustam Effendi

  1. Marc says:

    Artikelnya menarik

  2. Rina says:

    Artikelnya sangat membantu buat tgs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>