Buku “Dua Ibu” Karangan Arswendo Atmowiloto, Sebuah Kesederhanaan yang Menyentuh

Singkat saja, jika anda sedang ingin membaca novel sastra yang menghibur dan “tidak terlalu berat” maka Novel Arswendo inilah jawabannya. Dua Ibu, adalah novel sederhana yang akan membius anda dalam rasa cinta yang dalam untuk seorang Ibu.

Sebelum membaca ulasan dari kami, sebaiknya anda baca dulu blurb dari Novel yang sudah lahir lebih dari seperempat abad yang lalu ini:

Dalam kehidupan ada dua macam ibu. Pertama, ialah sebutan untuk perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua, ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat kebahagiaan anak orang lain, dengan rasa bahagia pula.

Yang paling istimewa jika dua macam sifat itu bergabung menjadi satu.

Aku bisa bercerita karena aku memiliki.

Aku memiliki dan ia kupanggil Ibu.

Begitulah pengakuan Mamid. Demikian juga pengakuan delapan anak yang lain yang dikeluargakan karena kasih sayang ibu dan ayah.

Ini memang kisah kasih dan sayang, kisah perjalanan seks, kisah perkawinan, dan juga kisah kematian yang pendek. Ditulis dengan gaya album. Menyajikan suasana per adegan, tidak selalu berurutan tetapi berangkaian, kadang membawa emosi, menyeret kenangan, dan melahirkan penilaian.

Arswendo Atmowiloto menyampaikan pesan kecil kepada calon pembaca, “Mereka yang merasa tidak pernah dilahirkan seorang ibu, dilarang keras membaca buku ini.”

Pemenang Hadiah Pertama Yayasan Buku Utama 1981 untuk Karya Fiksi Terbaik

Novel ini menceritakan tentang Mamid, seorang anak miskin di Solo yang hanya tahu satu hal: Mencintai Ibu.

Hebatnya, meskipun beberapa bagian novel menampilkan POV ke 1 dari Mamid, tapi bisa dibilang, Mamid bukanlah tokoh sentral di sini. Siapa tokoh sentralnya? Ya, tentu saja, Ibu.

Selain Ibu, diceritakan pula tentang anak-anak lain dari Ibu yang berjumlah 9 (Mamid sudah dihitung). Anak-anak Ibu itu memiliki keunikan sendiri-sendiri. Masing-masing dari mereka memiliki kisahnya sendiri. Ada yang menikah dengan Angkatan Laut, ada yang menikah di usia sangat muda, ada yang berpetualang ke Singapura dan hampir dipenjara 20 tahun, dan beragam kisah lainnya. Arswendo menyatukan kisah mereka secara enerjik di Novel ini.

Membaca kisah ini, kita akan terpaksa untuk mencintai Ibu.

Entah sudah berapa jiwa yang mendadak kangen dengan ibunya setelah membaca cerita ini.

Mungkinkah anda akan menjadi salah satunya?

***

Judul Buku: Dua Ibu

Penerbit: Gramedia

Penulis/Pengarang: Arswendo Atmowiloto

Jumlah Halaman: 299

Harga: Sekitar Rp.50.000,-

This entry was posted in Buku and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>