Category: Cerpen

(Cerpen) Bonifasia

(Cerpen) Bonifasia

Cerpen Gonsy Tono Juni selalu memiliki keistimewaan untuk melukis seribu satu cerita setelah perjalanan yang panjang menata hidup yang kian menantang atau mungkin sengaja ditantang. Pada liburan bulan Juni kala itu aku sempatkan diri untuk bersantai menikmati senja di pantai. Sore hari itu cuaca di pantai sangat panas menusuk kulit. Situasinya tampak lengang.  Tidak ada …

+ Read More

Cerpen – Kampung yang Dimakan Api

Cerpen – Kampung yang Dimakan Api

oleh Rian Harahap Nenek masih duduk mengayun-ngayun kakinya di beranda rumah. Ia melongok ke arah jauh, dalam pandangan matanya ada butiran-butiran memori masa lalu. Mungkin sebuah rubrik bacaan yang sudah diukir dalam hatinya. Tentang pria paruh baya yang dahulu menenggelamkan ia dalam mimpi untuk berangkat jauh dari kampung. Logat kampung yang beririsan dengan kota. Namun …

+ Read More

Cerpen – Terjebak Angan

Cerpen – Terjebak Angan

Kubuka mata, sinar matahari menyelinap disela tirai. Hari Selasa ya? kumulai lagi rutinitas pagi sebelum berangkat ke kampus. Mandi, pakai baju, bersiap, dan berangkat. Berulang-ulang dan itu cukup memberi kesenangan tersendiri bagiku. “Hah! kuliah lagi” dengusku. “Sial! kesiangan lagi” umpatku sembari berlari menuju kampus. “Hosh! Hosh!” kuambil nafas tersengal sambil berlari menuju kampus. Beruntunglah dosen …

+ Read More

Mewariskan sengketa

Mewariskan sengketa

Rizal De Loesie Hidup itu berjalan sejak subuh tumbuh di kelopak azan Dan embun yang mencumbui pucuk daun Langkah bermuassal, mengikuti aliran ridha Tuahan Pelataran di bawah tangkai langit dihembus serayu manja Maka menebarlah benih kebaikan Senantiasa bersyukur sepanjang sajjadah waktu Yang masih terjela. Tuhan memberi jalan, kalimah menunjuk arah Ikuti segala sunnah. Kita memberi …

+ Read More

Saksi Kepergian

Saksi Kepergian

Saksi Kepergian Rizal De Loesie Malam melipat suara jangkrik, di luar pasti dingin sekali. Hujan telah puas membasuh kenistaan yang melekat pada pohon, pada pagar-pagar tinggi rumah. Dan sebagian pada hati yang masih terbalut dengki. Karena hati sering menjadi benih menumbuhkan pertentangan, menyuburkan kebencian, dan patah. Ruangan ini tanpa raung, hanya sunyi bergelimpangan di meja, …

+ Read More