Category: Cerpen

[CERPEN] Yang Terhormat Karya Usman Hermawan

[CERPEN] Yang Terhormat Karya Usman Hermawan

YANG TERHORMAT Usman Hermawan Tak ada yang lebih terhormat kecuali jabatan sosial yang bernama ketua RT (Rukun Tetangga). Begitu yang dikatakan salah seorang tetangga saya dengan nada setengah berkelakar. Hal itu tidak salah, meskipun juga tidak sepenuhnya benar. Sebuah kenyataan yang tidak bisa dibantah kebenarannya adalah sikap positif warga terhadap orang yang menjabat ketua RT. …

+ Read More

[CERPEN] Aku dan Dia Karya Emilianus Yakob

[CERPEN] Aku dan Dia Karya Emilianus Yakob

Aku dan Dia Emilianus Yakob Sese Tolo   Lima Agustus 2004. Inilah hari pertama aku masuk bangku kuliah dan mengenal dia. Ketika itu aku melihat dia begitu manis dan cantik. Apalagi, baju ketat dan celan jins yang dipakainya menampakan lekukan keindahan tubuhnya yang aduhai. Ya, harus kuakui, dia memang gadis yang cantik.

[CERPEN] Takdir Tidak Menunggu Karya Nia Halverson

[CERPEN] Takdir Tidak Menunggu Karya Nia Halverson

TAKDIR TIDAK MENUNGGU Sometimes there is no next time, no second chance, no time out, sometimes it is now or never.   Leo berusaha mengabaikan deringan ponsel di sampingnya, berusaha keras mencoba fokus dengan tugas kantor yang membuat kepalanya berdenyar. Alih-alih menjawab ponsel itu, ia malah menyentak ponselnya, mengeluarkan baterainya dan melemparkannya dengan kasar ke …

+ Read More

[CERPEN] The Vulnerable Dinda Karya Nisa Yulianti

[CERPEN] The Vulnerable Dinda Karya Nisa Yulianti

The Vulnerable-Dinda Dinda yang dahulu, terbiasa memilih teman.  Dia tidak akan mau berurusan sedikit pun dengan orang brengsek. Saya ingat betul, waktu itu ada seorang teman SMA kurus yang menyukai dia, tapi jangankan menerimanya dalam hati, Dinda hanya mencibirnya dalam hati. Ketika teman si kurus berkata bahwa si kurus tidak akan mendapatkan Dinda karena Dinda …

+ Read More

[CERPEN] Aku Lapar Karya Leo

[CERPEN] Aku Lapar Karya Leo

Aku Lapar Dia terbaring di kasur dengan tangan dan kaki terikat, menoleh ke kanan dan ke kiri. Tak ada cahaya, hanya pantulan pecahan kaca yang sesekali menyilaukan mata. Langit-langit  tampak biasa saja. Debu dan kotoran di mana-mana. Tak ada desiran angin, ataupun ringkikan hewan kecil. Hanya kesunyian yang mengisi, entah sudah berapa lama dia terkurung …

+ Read More