Category: Puisi

LINDAP

LINDAP

I – Zeami, Teater Boneka, dan haiku yang tergeraikan Mengasapkan ragu atas gelora pada lenganku Sebentar lagi akan mekar di payudaramu – Cempaka-Kenanga II – Di pojok pepunden itu banyak hal yang hilang, Kau memotretku, lalu benang-benang melakonkan Kita : dua yang menyeduh kantata dari acapela Ketika hujan tersisa III Aku mungkin Fresco yang dipaksa …

+ Read More

Yang Mengganggu Selama Ini

Yang Mengganggu Selama Ini

Ketika ku bertukar pikiran dengan pena dan kertas putih tentang bagaimana cara meluluhkan hatiku sendiri dengan seuntai puisi, Aku teringat dirimu: Kau yang semula mengganggu hari-hariku hingga sel-sel tubuhku terbiasa denganmu, Kau yang semula hanyalah untaian kata yang tertangkap mata hingga menjadi jalur suara yang selalu kutunggu Dan sementara ku berbisik lirih kepada tinta yang …

+ Read More

teman menulis

teman menulis

Aku selalu menggunakanmu di sekolah maupun dirumah Engaku memiliki bermacam warna saudara Walaupun menghapusmu lumayan sulit Kau tetap menjadi saudara dan temanku dimanapun dan kapanpu Megajarkan banyak hal Jika kau habis tamatlah Tetapi kau adalah contoh pekerja keras Pulpenku.

Rakyat

Rakyat

Kehangatan Hingga terasa abuhan Mungkinkah ini sebuah awalan dari sebuah amukan dari lamunan Kita bukan lah hewan Jadi tak perlu kau angon Kita ini hanya insan Jadi tak perlu apitan Kita bukan lah janin Jadi tak perlu ayunan Kedinginan Kita ini insan penuh dengan peranan Kita hidup di panggung dengan alunan Spontan amukan ini terturahkan …

+ Read More

Distorsi (A)fektif

Distorsi (A)fektif

  By: F. Dewo Prianggo Di Bawah angin malam Jiwa ini terasa sesal dan mencekik Hingga hati menyesak hancul lebur Menangis kering, air mata enggan membantu Kisah ini terlalu bisu hingga tak terdengar tawa lagi Terdiam pilu menyesakan hati Aku masih disini Ditempat dimana aku merasakan asa bersamamu Sekaligus tempat dimana aku mati terbunuh Hei …

+ Read More