[Cerpen] KASIH YANG TAK SAMPAI

[Cerpen] KASIH YANG TAK SAMPAI

Oleh:

RIZKI RAMDANI (2014) feat F H P (2015)

Wanita itu puitis, layaknya seperti puisi yang romatis dan penuh misteri. Selalu membingungkan kaum adam, kebingungan datang karena kurang memahami isi hatinya. Wanita adalah kota yang selalu berubah-ubah cuaca, sedangkan pria adalah penduduk kota itu, maka mengertilah!.

Lewat ribuan pertanyaan yang tak pernah terlontarkan. Kebingungan itu semakin menebal bersama embun dilensa matamu yang bertangkai. Iya, mengakibatkan minusku bertambah seperempat. Terlalu sulit untuk diungkapkan padahal apa susahnya tinggal menanyakannya. Telah terlanjur kuendapkan pertannyaan itu, hingga membeku dan membatu dalam kalbuku. Lalu jika diendapkan mau diapakan?. Akan kujadikan obor keabadian, yang akan menerangi setiap langkah kaki ini,  melangkah di belakang bayang-bayang sesosok wanita bermata sayup.

Kenapa gak dibuang saja?. Hatiku bukanlah tempat pembuangan akhir bagi kisah yang tak sampai, semua itu akan ku jadikan bunga yang akan terus mekar ditaman hidupku, mekar setiap waktu dan diziarahi oleh orang-orang penikmat rasa. Kalau kau sirami terus mungkin suatu hari nanti akan mekar. Mekar dengan manja disertai wangi semerbak memeluk lubang hidung para penziarah. Yakin mekar? yakin wangi?. Tak ada yang mustahil di dunia ini kasih, bunga akan terus mekar dan mewangi. Lihatlah, sepasang kupu-kupu dengan sayap yang terus dikepakan dan menari-nari di atas bunga yang sebentar lagi akan mekar, serta wangi semerbaknya melayang keangkasa.

Kalau mati bagaimana?. Kematian hanyalah tragedi dan catatan sang illahi. Ibarat kau bermain peran, ketika oleh sang sutradara kau harus keluar dari panggung, maka kau harus menerimanya meski belum sepenuhnya menikmati selurus cerita dalam sebuah naskah. Begitu pula aku dan kau, hanyalah aktor yang diciptakan oleh tuhan. Jika hidup namun dipetik oleh penziarah, bagaimana?. Aku akan berkata kepada sang penziarah itu “dari mulai detik ini kutitipkan setangkai bunga nan cantik ini padamu, jaga dan rawatlah dia hingga mekar kembali. Sirami dengan kasih dan sayangmu, pada waktunya kau akan menikmati wangi semerbak seperti ketika awal jumpa dengannya”. Kalau bunganya malah mati di tangan penziarah itu mau gimana?. Aku akan berkata dengan lantang “wahai penziarah taman, bila bunga ini mati ditanganmu, maka semayamkanlah bunga ini di taman ini pula. Dan kau harus menyiraminya setiap waktu, siramlah dengan doamu disetiap sujudmu!”.

Majalengka, April 2017

 

 

 

BIODATA PENULIS

Rizki Ramdani, atau nama penanya Gogon/GO2N. Lahir di Majalengka, 21 Maret 1995, berstatus Mahasiswa Universitas Siliwangi, Fakultas FKIP, Jurusan Bahasa dan  Sastra Indonesia. Alamat , RT 04 RW 01, Blok Ciloa Hilir, Desa Muktisari, Kec.Cingambul,   Kab.Majalengka, Prov.Jawa Barat. Alamat E-mail, ramdanirizki965@gmail.com. No Hp 085294702942, Akun fb Rizki Ramdani.

Nomor Rekening 00034-01-61-002464-9 Bank BTN atas nama Rizki Ramdani.

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: