Dua Telinga “Si Kuping Besar” dan Orang Ketiga

“Gooool!” teriak Ridwan, supporter Atletico sejak tahun 2005. Dia bersuka cita ketika melihat timnya mencetak gol ke gawang Iker Casillas di final Liga Champion 2014 ini. Dia merasa sedang berada di negeri dongeng. Pasalnya, hampir sepuluh tahun dia memberikan cintanya untuk Atleti, sejak zaman Fernando Torres, Falcao, hingga sekarang Diego Costa, baru kali ini dia menyaksikan timnya menjadi sebegitu menakutkan. Bayangkan saja, setelah minggu lalu dia melihat tim kesayangannya merayakan gelar juara La Liga yang sangat tak terduga-di kandang Barcelona, sang Raja Catalunya-dan kali ini, dia menyaksikan Atletico menjebol gawang Real Madrid, sang musuh bebuyutan di Final Liga Champions! Iya, final!

Artinya, kalau berhasil menjaga keunggulan ini, Atletico Madrid akan menjuarai Liga Champion untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sebuah perayaan besar yang tak pernah terbayangkan di awal musim tentunya.

Pasti bisa! Kali ini pasti bisa! Batin Ridwan terus menguat. Dia memompa keyakinan yang sejak sebulan ini terus dipeliharanya. Keyakinan bahwa Atletico Madrid adalah tim terbaik di jagat raya saat ini. Lebih dari Barcelona, lebih dari Real Madrid, klub kesayangan para raja.

Waktu berlalu, keunggulan Atletico masih terus terjaga, memasuki injury time babak kedua. Mimpi Atletico sebentar lagi akan menjadi kenyataan!

***

“Oh nooo!” Fajar berteriak pasrah. Pasalnya, tim yang dibelanya, Real Madrid harus memungut bola dari gawangnya ketika sundulan absurd pemain Atletico berhasil mengecoh Saint Iker yang sudah out of position. Gol yang cukup membuat seluruh kafe terdiam. Sekarang, pendukung Real Madrid sedang berada dalam ketakutan tertingginya. Mereka tidak mau dipermalukan si tetangga pada fase ini.

“Kita sudah kehilangan La Liga, masak kita juga kalah di final?” Fajar ngomong sendiri. Ketakutan. Seharusnya Atletico tidak menjadi masalah bagi Real Madrid. Secara finansial, gaji pemain Atletico hanyalah sepertiga dari gaji pemain Real Madrid. Dari persiapan pun, Real Madrid lebih siap, karena pada pertandingan terakhir La Liga kemarin, Madrid tidak kehilangan satu pun pemain inti, berbeda dengan Atleti yang harus kehilangan Diego Costa dan Arda Turan. Sedangkan Madrid? Bale dan Ronaldo, duet paling mahal di dunia sudah bermain. Tapi apa mau dikata? Kenyataannya sekarang Madrid tertinggal dari Atletico.

Mungkinkah kutukan La Decima itu benar adanya? Mungkinkah Madrid memang tidak akan pernah merengkuh supremasi kompetisi tertinggi Eropa ini untuk kesepuluh kalinya?

Fajar dan fans Madrid yang lainnya tertunduk pasrah. Injury time dikeluarkan sudah, sebentar lagi Madrid akan dipastikan kalah dari Atletico. Waktunya tidak akan cukup, kata Fajar dalam Hati. Pasrah. Kalut.

***

Sementara itu, Joni, penggemar fanatik Barcelona sejak tahun 2012 masih nikmat terlelap di malam minggu, sambil membayangkan kecupan pacarnya tadi malam.

***

“Tidak mungkiiiiiin!” Ridwan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sergio Ramos mencetak gol penyama kedudukan di menit 93. Iya, 93! Gol super menyakitkan yang membuat Atletico harus kembali pada kenyataan. Mereka belum juara. Dan mereka harus kembali mencetak gol untuk memastikan gelar juaranya!

Pertandingan waktu normal berakhir. Ekstra time dimulai. Dan Ridwan masih berkata dalam hati, kita masih punya kesempatan. Namun, perlahan-lahan keyakinan itu hilang juga. Gareth Bale mencetak gol. Lalu disusul oleh Marcelo. Hingga akhirnya Ronaldo melengkapi kemenangan besar Real Madrid di pertandingan itu.

Setiap mimpi akan selalu kembali pada kenyataan. Ya, akhirnya Ridwan dan semua fans Atletico harus kembali pada kenyataan, bahwa tim mereka akan selalu menjadi bayang-bayang dari Real Madrid, sang Raja sepakbola dunia.

Musim depan kami akan kembali, stronger than before! Pekik Ridwan dalam hati! Keyakinan masih bersemayam keras di hatinya.

***

“Yeeeeeah!” Fajar dan ratusan Madristas lain yang ada di kafe mengepalkan tangan ke udara, sebagai lambang kebahagiaan yang tak terbendung. Yeah, Real Madrid memastikan gelar Liga Champions musim ini!

Kali ini, kutukan itu hilang sudah, Real Madrid resmi menjadi tim pertama di jagat raya yang meraih gelar Liga Champion sampai dua digit, 10! Penantian selama 12 tahun itu usai sudah, La Decima kini resmi didapatkan tim ini!

Musim depan, kami akan meraih treble winners! Sebuah ungkapan keyakinan mulai muncul di dada Fajar. Keyakinan yang sudah lama bersemayam sejak bertahun-tahun lamanya, tapi tidak pernah terwujud. Entah sudah berapa belas tahun Real Madrid sesumbar akan meraih Treble Winners, kenyataannya sampai sekarang tak sekalipun target itu bisa diraih.

Tapi, tak peduli apapun, sekarang adalah saatnya untuk berpesta bagi Fajar dan teman-temannya.

***

Sementara itu, Joni, penggemar super setia La Blaugrana sejak tahun 2012, masih tertidur pulas.

Solo, 25 Mei 2014

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Cerpen and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>