Esai “Cinta Sejati dan Cinta Palsu” Karya M Fatkhurohman Akbar

Cinta adalah ekspresi suci, yang harus suci dan diekspresikan dengan cara-cara yang tidak mengotori kesuciannya. Cinta tidak bisa dihindari manusia, oleh karena itu ekspresi cinta adalah manusiawi. Dan cinta harus dapat dipertanggungjawabkan atas segala aksi oleh para  hamba-hamba yang mengaku diri bahwa dia sedang mencinta sesuatu.

Cinta harus sejati yang tidak butuh penghargaan dan pujian. Sehingga cinta tidak pamrih dan bebas dari segala keinginan balas budi. Kita biasa menyebutnya dengan kata ikhlas. Dan segala bentuk cinta sejati tidak pantas kita ekspresikan selain kepada yang pantas dicintai yaitu Allah SWT Raja kebenaran dan keadilan. Dengan cinta sejati kita kepada Allah SWT maka kita adalah orang yang memiliki tanggungjawab untuk mencintai kebenaran dan keadilan dengan membumikan kebenaran dan keadilan di muka bumi. Sebagai pemegang tanggungjawab membumikan kebenaran dan keadilan di muka bumi, maka kita ditugaskan untuk menjadi khalifah (pemimpin) dimuka bumi.

Cinta harus datang dari kesadaran diri serta bebas dan independen dari nilai-nilai selain kesadaran kita. Sehingga cinta yang kita ekspresikan adalah cinta kita sendiri, bukan cinta-cinta palsu yang dipaksakan kepada kita sehingga kita ‘merasa cinta’ tetapi tidak bisa mempertanggungjawabkannya, itulah yang biasa disebut dengan cinta buta.

Cinta buta adalah bentuk perbudakan dan perbudakan adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan. Cinta buta membelenggu kita sehingga kita tidak bisa menjadi manusia utuh yang merdeka. Cinta buta merupakan bentuk penjajahan melalui kesadaran sehingga meracuni aksi laka laku kita.

Cinta buta harus dihindari dengan Cinta sejati. Dan ekspresi cinta sejati adalah kebalikan dari cinta buta yang membebaskan, menjadikan manusia utuh yang merdeka yang melepaskan manusia dari penjajahan kesadaran. Cinta sejati adalah ESA, yaitu cinta kepada Allah SWT. Dengan Tauhid “Laa ilaa ha illa Allah” bentuk peniadaan segala “Tuhan-tuhan Palsu” , “Cinta-cinta Palsu” , dengan¬† ini membebaskan manusia dari segala cinta palsu yang mengebiri kebebasan manusia. Digantikan dengan Cinta yang sejati kepada Allah SWT.

Dengan Cinta sejati kita kepada Allah SWT, berarti kita memanusiakan diri kita menjadi manusia yang merdeka dan bebas dari segala cinta-cinta palsu. Tidak ada yang pantas untuk kita cintai secara sejati dan mutlak, baik ayah, ibu, anak, harta, jabatan, istri, pacar, jokowi, prabowo, ahok, partai-partai, golongan A, golongan B, dll. Jadilah manusia bebas dan tak terbelenggu. Stop perbudakan kesadaran! (At-Taubah:24)

 

M Fatkhurohman Akbar

 

 

 

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Sastra and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>