H.B. Jassin dan Dokumentasi Sastra (1)

Dalam sebuah karangannya di tahun 1967, Jassin menulis: “Dari pengarang-pengarang mestinya dikumpulkan setiap tulisannya, baik yang berupa buku maupun yang tersebar di mana-mana, sedikitnya diadakan inventarisasi, dikumpulkan pendapat-pendapat mengenai kegiatannya, dikumpulkan data-data mengenai kehidupannya dan sebagainya. Pikiran kita terarah pada pembentukan suatu gedung Dokumentasi Kesusastraan, di mana semua keterangan mengenai apa saja yang menyangkut kesusastraan bisa ditemukan.”

Delapan tahun kemudian, yakni ketika menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Indonesia (1975), Jassin kembali mengumandangkan impiannya itu: “Kita harus pandai menyimpan hasil-hasil kebudayaan kita, hasil-hasil kesusastraan kita. Untuk itulah kita mempunyai museum, perpustakaan-perpustakaan, pusat arsip dan dokumentasi. Di sinilah kita harus menyimpan segala apa yang pernah dipikirkan, dirasakan dan dikerjakan oleh bangsa kita, dalam perjalanan hidupnya sebagai manusia yang berpikir, merasa, berkarya, (…) Khusus dalam hubungan dengan kesusastraan, haruslah kita membina suatu pusat dokumentasi Sastra, yang bukan saja menyimpan hasil-hasil sastra Indonesia dan daerah, tapi juga hasil-hasil sastra sedunia.”

Dengan diresmikannya Dokumentasi Sastra H.B. Jassin (yang telah dibina Jassin sejak tahun 1940) menjadi Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin tanggal 30 Mei 1977 oleh (Pejabat) Gubernur DKI Ali Sadikin, terwujudlah sudah idaman Jassin di atas. Sekarang orang tidak perlu lagi bersusah-payah mencari bahan-bahan mengenai kesusastraan Indonesia (terutama yang modern) ke sana kemari; cukup dengan mendatangi atau menyurati Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya 73, Jakarta.

***

Mengapa H.B. Jassin tertarik pada dokumentasi sastra? Apa saja yang mempengaruhinya? Sejak kapan ia tertarik pada dokumentasi? Dan mengapa ia begitu giat membina dokumen sastra?

Mungkin hanya sedikit di antara kita yang mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Kebanyakan diantara kita hanya tahu bahwa dokumentasi sastra H.B. Jassin sudah ada sejak lama. Tetapi motivasi Jassin membina dokumentasi itu, serta hal-hal yang berkaitan dengan itu, kiranya hanya sedikit yang kita tahu. Kita hanya tahu -melalui koran dan majalah- bahwa sejak tahun 1940 Jassin mengerjakan dokumentasi sastra secara sistematis.  Tetapi apa yang dikerjakan Jassin sebelum tahun tu dan apa yang mengilhaminya sebelumnya. barangkali tidak banyak yang kita ketahui.

***

Jika ada yang mengira bahwa H.B. Jassin baru mulai tertarik pada dokumentasi sastra sejak tahun 1940, pastilah orang itu salah. Jauh sebelum itu, Jassin sudah jatuh cinta pada dokumentasi.

Sebenarnya, sudah sejak duduk di HIS Gorontalo (1927-1932) Jassin tertarik pada dokumentasi. Sejak itu, ia sudah menyimpan buku-bukunya dengan teratur dan rapi. “Saya tidak mau ada buku-buku saya yang robek dan rusak,” ujar Jassin.

Jassin begitu mencintai buku. Sehingga ketika pada suatu hari ia sakit dan ayahnya bertanya “mau dibelikan apa”, secara spontan Jassin menjawab: “Buku!”

Di HBS Medan (1932-1938) kecintaan menyimpan buku-buku itu berlanjut terus. Pada masa itu menurut Jassin, sehabis piknik misalnya, guru selalu menyuruh murid-murid menulis laporan di buku tersendiri. Jassin mengenang masa itu demikian: “Masih tersimpan buku-buku harian yang dimulai tahun 1932 dan tulisan-tulisan pertama dalam surat kabar dan majalah untuk anak-anak sekolah dan orang dewasa dan masih tersimpan pula buku-buku sekolah semasa di sekolah menengah dan kemudian di Universitas Indonesia. Karangan-karangan yang ditugaskan di kelas pun masih tersimpan rapi.”

Bersambung dalam H.B. Jassin dan Dokumentasi Sastra (2)

This entry was posted in Tokoh and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to H.B. Jassin dan Dokumentasi Sastra (1)

  1. Pingback: HB Jassin Dan Dokumentasi Sastra (2) | SastraNesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>