Kesusasteraan Indonesia Kuno

Pembaca, pelajar, atau penggemar seni sudah banyak membaca atau mendengar kata kesusasteraan, bahkan barangkali sering juga menggunakan kata itu. Kendatipun begitu tidak ada salahnya, apabila diungkapkan kembali apa arti dari kata asing itu. Iya, kata asing. Karena kata susastera adalah peninggalan nenek moyang kita dari jaman purbakala, semasa bangsa indonesia bercampur dengan bangsa hindu yang berbahasa sansekerta. Tentunya, beberapa kata-kata dalam bahasa mereka terambil dalam bahasa kita.

Kesusasteraan terdiri dari :

su : artinya indah, baik, lebih berfaedah.

sastera : artinya huruf atau buku.

ke-susastera-an : artinya buku-buku yang indah bahasanya dan baik isinya.

Keterangan di atas ini menyatakan, bahwa kesusasteraan itu adalah seni bahasa dan meliputi beberapa soal.

1. Kepandaian seni yang yang dipergunakan orang, jika ia hendak mengatakan seni, indah, dan permai dengan bahasa sebagai alatnya.

2. Semua pelajaran yang meliputi kesusasteraan.

3. Jumlah karangan, buah tangan, dan buku yang baik serta berguna untuk kesusasteraan.

Kesusasteraan ini dibagi atas prosa dan puisi : Prosa, karangan bebas yang tidak terikat oleh bunyi, irama atau sajak. Puisi, karangan terikat yang terikat oleh bunyi, irama, dan sajak.

Kesusasteraan itu adalah sebagian atau cabang dari kebudayaan. Kita ketahui bahwa dewasa ini bangsa Indonesia bukanlah membangung kebudayaan baru, sebab nenek moyang kita dari dahulu sudah memiliki kebudayaan yang tinggi yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain.

Saksikanlah peninggalan-peninggalan mereka. Pandanglah arca-arca purba seperti Borobudur, Prambanan, dan banyak lagi yang lain-lain. Dan perhatikanlah pula buatan benda-benda kuno yang hingga sekarang sulit ditandingi.

Pada dewasa ini, kita membangun kembali budaya dan sastera kita, serta kita susun dan arahkan kepada ukuran zaman dan panggilan masa.

Apakah yang disebut kebudayaan? Kebudayaan adalah hasil tenaga, kehendak, pikiran serta perasaan manusia guna menambah kesenangan dan kenikmatan manusia itu dengan mencipta atau menggubah suatu benda yang anggun-tampan ataupun indah-jelita, daripada kemungkinan-kemungkinan yang terdapat dalam alam ini.

Di atas tersinggung tadi, bahwa kesusasteraan adalah cabang kebudayaan. Sungguh benar keadaan itu, sebab daripada buah kesusasteraan suatu bangsa dapatlah ditemukan umumnya kedudukan bangsa itu. Karena kesusasteraan itu cermin jiwa, getar sukma pengarang. Dan pujangga atau pengarang adalah anak bangsa itu juga.

Diambil dari buku Kesusasteraan Indonesia oleh B. Simorangkir – Simanjutak terbit tahun 1952 oleh Jajasan Pembangungan Djakarta.

SukmaWikipedia: Sukma is the newly formed, southern most district in Chhattisgarh [South Bastar Region], India.

This entry was posted in Sastra. Bookmark the permalink.

One Response to Kesusasteraan Indonesia Kuno

  1. Mr WordPress says:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>