2 Arti Kata Sirap

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya, muda, dan terus berkembang. Berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang sudah lahir dari zaman yang bahkan belum masuk dalam kalender tahun masehi, bahasa Indonesia baru ada pada tahun 1928 (saat sumpah pemuda diikrarkan). Karenanya, sangat mungkin banyak istilah yang berubah-ubah dan berkembang, sehingga diperlukan pengertian mendalam untuk penggunaannya. Salah satu kata yang sering diucapkan namun belum tentu tahu artinya adalah sirap. Karena itulah, tulisan ini akan mencoba membahas tentang 2 arti kata sirap.

Kata sirap memang sudah banyak digunakan oleh para penyair dan beberapa orang dalam perbincangan sehari-hari. Namun, besar kemungkinan kita belum tahu arti kata sirap itu dalam makna yang sebenar-benarnya. Misalnya, tahukah kita bahwa dalam KBBI, ada 2 kata sirap yang bermakna cukup lain? Mari kita bahas.

Arti kata sirap

Seperti telah dibahas sebelumnya, ada 2 arti kata sirap. Mari kita bahas arti sirap yang pertama:

si·rap [1] n kepingan papan tipis-tipis, biasanya dibuat dr kayu besi atau kayu ulin, dipakai untuk atap, dinding rumah, dsb: rumah itu tidak beratap genting, tetapi beratap –

Jadi, jika merujuk pada arti di atas, sirap adalah sebuah kata benda yang berasal dari benda mati lainnya, yaitu papan dan kayu besi.

Lalu, bagaimana dengan arti kata sirap yang satunya? Yang satu ini mungkin adalah arti yang kerap digunakan dalam sajak dan puisi:

si·rap [2] v, me·nyi·rap·kan v 1 menyingkapkan sedikit; 2 membangkitkan marah;

ter·si·rap v 1 tersingkap sedikit; 2 terbangkit marah;

- darahnya berdebar-debar (krn terkejut): – darahnya mendengar berita itu;

- hatinya marah

Jadi, pada arti kata sirap yang kedua ini, termasuk sebagai kata sifat.

Penggunaan kata sirap dalam beberapa sajak nusantara

Banyak penyair yang senang menggunakan kata sirap. Selain karena maknanya yang cukup kuat, juga pengucapannya cukup puitis. Beberapa karya sastra yang menggunakan kata sirap ini adalah Bunga 2 karangan Sapardi Djoko Damono, dan Ratap Ibu karangan Sariangin.

Dua puisi itu merupakan puisi yang cukup berpengaruh pada perkembangan sastra di Indonesia pada zamannya masing-masing. Menegaskan bahwa kata sirap adalah kata yang cukup penting bagi perkembangan sastra Indonesia.

Itulah tadi pembahasan mengenai 2 arti kata sirap. Semoga dapat bermanfaat untuk sahabat pembaca sekalian. Selamat menyeduh kopi bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>