Kumpulan Peribahasa Terkenal Indonesia (dan Maknanya)

Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang baru, sudah memiliki ‘karya seni’ yang cukup beragam. Puisi-puisi dari para maestro, prosa dari para pencerita handal, bahkan novel-novel dalam skala internasional pun bermunculan dari bahasa ini. Meskipun, tidak bisa dipungkiri, bahasa Indonesia belum berada pada puncak potensinya, tetap saja hal itu adalah sesuatu yang layak untuk kita syukuri.

Dibalik kemajuan yang sudah ada pada bahasa Indonesia, ada juga sebuah sejarah emas yang patut kita ingat, yaitu peribahasa. Mengapa peribahasa? Peribahasa adalah peninggalan nyata dari sastra lama yang kebanyakan katanya bersifat anonim, atau tidak diketahui siapa yang pertama kali mengucapkannya. Namun, peribahasa masih memberikan pengaruh dan bahkan mungkin inspirasi untuk para sastrawan kita.

Peribahasa sejatinya adalah sebuah bentuk pengucapan yang banyak dijumpai dalam kesusastraan lama, sebagai wakil cara berpikir bangsa kita di zaman lama itu. Perhubungan mereka yang rapat dengan sekelilingnya menimbulkan ilham dan kaca perbandingan bagi mereka terutamanya ahli-ahli pikirnya waktu itu.

Peribahasa banyak digunakan dalam kehidupan keseharian orang pada masa dahulu. Ini dikarenakan cara-cara demikianlah jalan yang semudah-mudahnya bagi mereka untuk memberi nasihat, teguran atau sindiran dan mudah pula ditangkap oleh phak yang dinasihatinya. Bila diselidiki isi dan jiwa yang terkandung dalam peribahasa itu, banyak bahan yang dapat diambil dari sejarah, sosial, dan perikehidupan mereka di zaman lampau itu. Misalnya, sekali air bah, sekali tepian berubah.

Selain peribahasa itu, ada banyak sekali peribahasa lain yang ada di Indonesia. Tulisan kali ini akan mencoba menyajikan beberapa peribahasa yang cukup terkenal di Indonesia. Sahabat, inilah kumpulan peribahasa Indonesia dan maknanya:

Ada nyawa ada rezeki

è Selama masih hidup, maka seseorang akan tetap mendapat rezeki (karena Allah Maha Pemurah).

Bagai pagar makan tanaman

è Dikatakan kepada seseorang yang disuruh menjaga sesuatu, justru dia yang mengambil jagaannya tersebut.

Bagai musang berbulu domba

è Orang jahat yang menyamar menjadi orang baik.

è Orang jahat berlaku seperti orang baik.

Gabak di hulu tanda akan hujan

è Sebelum terjadi sesuatu peristiwa biasanya telah tampak terlebih dahulu tanda-tandanya.

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari                                                     

è Bahwa sesuatu hal yang buruk, akan ditiru oleh orang lain dengan lebih buruk lagi.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama

è Seorang manusia terutama diingat jasa-jasanya atau kesalahan-kesalahannya. Perbuatannya ini, baik maupun buruk akan tetap dikenal meskipun seseorang sudah tiada lagi.

Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak

è Menyatakan kecenderungan orang untuk dengan mudah melihat kesalahan atau kekurangan orang lain, namun sebaliknya sangat sulit untuk melihat kesalahan atau kekurangan dirinya sendiri.

Gali lubang tutup lubang

è Mengambil atau mencari utang baru untuk membayar utang yang lama

Kali sejengkal janganlah menduga dalam lautan

è Kalau ilmu pengetahuan masih sedikit janganlah coba berlawanan dengan orang yang pandai

Kain basah kering di pinggang

è Sangat miskin (sehingga pakaian hanya satu-satunya yang melilit di tubuh).

Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari

è Menceraikan istri tua, mencari istri muda.

Kaki naik kepala turun

è Sangat sibuk sekali.

Kalah jadi abu, menang jadi arang

è Dua orang yang berperkara dan membawanya ke pengadilan maka kedua-duanya mengalami kerugian, yang menang adalah pembela (advokat) yang membela perkara tersebut.

(Lanjut ke kumpulan peribahasa Indonesia bagian 2)

This entry was posted in Sastra and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Kumpulan Peribahasa Terkenal Indonesia (dan Maknanya)

  1. Pingback: Kumpulan Peribahasa Terkenal Indonesia (dan maknanya) Bagian 2 | SastraNesia

  2. Pingback: Kumpulan Peribahasa Terkenal Indonesia (dan maknanya) Bagian 3 | SastraNesia

  3. “”"”"”"”"”"”"”"”"”"”"” ,,,,,,,,,.,.,.,.,.,.,,.,.,.,.,p-_-q
    Beside basal. Dufhvbaouehdbvwouejdnvoweijfv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>