Kumpulan Puisi Galau Mei 2013

Kita semua tentu pernah galau bukan? Galau memang menjadi sebuah leksikon yang mendadak terkenal dewasa ini. Dan puisi, adalah sebuah karya yang tepat untuk mengekspresikan kegalauan seseorang.

Karena itu, segenap kru Sastranesia mencoba membuatkan sebuah kompilasi dari berbagai puisi galau yang dihimpun selama bulan Mei di tahun 2013 ini. Tentu saja, semua puisi yang ada di sini adalah orisinil dan baru.

Selamat bergalau ria sahabat! :D

Biarkan

Biarkan matahari bersinar terang pagi ini,
Biarkan dunia berputar dalam fitrahnya hari ini,
Biarkan aku merenung saat ini,
Dan biarkan…
Biarkan hati ini menangis dalam kesendirian yang fiktif

Hati ini sudah lelah menanggung semuanya,
Menanggung perasaan yang sudah terlanjur tumbuh subur
Tumbuh subur karena pupuk kekurangan dan siraman kelebihan darimu

Iya, darimu yang dulu selalu merawat hatiku dengan penuh cinta,

Kini tak ada lagi nyanyianmu saat menyiramku,
Tak ada lagi kesabaran dan senyum kecutmu ketika memupukku
Tak ada lagi dirimu…

Biarkan malam menunggu sedikit lebih lama hari ini,
Karena tanpa kegelapan malam pun, hatiku sudah gelap
Cahaya, kapankah kau kembali?
Untuk kembali menerangi bunga yang sudah lama hilang
Bungaku hilang, dan aku masih mengenangnya
Bungaku, siapa kamu? Masihkah aku mengenalmu?

Biarkan kamu bahagia, berjalan penuh kemenangan bersama tanaman lain…

Ya, biarkan…

Jogjakarta, 7 mei 2013

Sore

Sore ini tetap kelabu,
Meskipun banyak senyuman mewarnai bibirku

Sore ini tetap kelabu,
Karena dari semua senyuman itu, tidak ada yang kutujukan untukmu

Matamu yang berbinar ketika melihat senyumku
Gestur tubuhmu yang bersemangat ketika melihat senyumku
Dan bibir yang ikut tersenyum ketika melihat senyumku
Seolah-olah senyumku adalah tiang listrik yang siap mengalirkan kekuatannya padamu

Dulu…

Sekarang, saat semua tinggal menjadi kenangan yang fana,
Soreku pun, selalu kelabu
Tak peduli sore ini matahari bersinar indah kemerahan di ujung barat
Tak peduli sore ini hujan deras turun disertai umpatan para karyawan baru pulang dari kantor
Tak peduli sore ini dihiasi oleh gerombolan suporter yang bersiap merayakan kemenangan timnya

Tetap saja, soreku kelabu…

Tapi melihat senyum tipismu dalam kesempatan yang langka,
Kadang  bisa menjadi obat mujarab untukku
Meskipun aku tahu, senyum itu, bukan lagi senyum cinta,
Hanya senyumm basa-basi,
Toh, aku tetap terhibur,

Selamat sore, kamu…

Yogyakarta, 7 Mei 2013

8 Mei di Tempat Itu

8 Mei 2013,
Tidak, tidak ada yang spesial hari ini,
Tidak pula tahun lalu, atau tahun-tahun sebelumnya…

8 Mei, adalah hari biasa, di tempat biasa, dengan perasaan yang biasa
Perasaan yang syahdu, puitis, dan penuh kekecewaan
Seharusnya hati ini sudah bangkit,
Seharusnya badan ini sudah kembali melangkah dengan gemilang

Namun pada kenyataannya, rasa kalah itu masih ada
Rasa kalah itu selalu datang di setiap malamku
Membuat hari-hari terasa penuh sesak

Aku ingin sudahi ini semua,
Menyudahi semua kekecewaan,
Menyudahi semua penyesalan,

Harapan, mengapa kau tidak kunjung hilang dari masa laluku?
Harapan untuk bersamanya, harapan untuk menyeduh teh bersamanya di teras rumah,
Harapan…
Untuk menghabiskan hidup berdua dengannya

Lenyap sudah, namun hati tetap tak mau beranjak
Hatiku masih terpenjara akan janji dan kenangan itu
Janji dan kenangan yang sekarang hanya menjadi racun
Ahh, 8 Mei 2013,
dan aku masih terisak akan sebuah penyesalan…

Yogyakarta, 8 Mei 2013

Padma yang Hilang

Resah hati ini masih berjalan
Kegalauan yang terus tumbuh setiap pagi, perlahan tapi pasti merengsek ke dalam otak
Memberikan sentuhan magis yang mengoyak jiwa

Ahh, semuanya bertambah buruk

Kamu, padmaku yang hilang
Hilang ditelan kegelapan malam, tanpa jejak, tanpa rasa cinta yang bersisa
Atau mungkin, kau bukan menghilang?

Kau hanya bersembunyi,
Bersembunyi dari aku dan nafsuku
Seakan-akan aku adalah seorang pembunuh bayaran yang disewa untuk memetikmu
Mengoyak kesucianmu, membiarkan kenistaanmu…

Kamu, padmaku yang hilang
Hilang dalam tanda tanya yang tak akan terjawab
Hilang dalam perasaan menggantung yang tak akan pernah lepas
Hilang…

Ya, hanya hilang,  tanpa pertanyaan lanjutan, tanpa jawaban

Hanya hilang…

Yogyakarta 9 Mei 2013

Rasa Canggung Ini

Rasa canggung ini, seakan tidak mau pergi, terus menghantui hati lemahku
Dalam kelelahan yang menjadi, dalam mimpi yang tak pasti
Mungkinkah rasa ini kan hilang?
Atau selamanya datang dan memelukku dalam tangis…

Rasa canggung ini karenamu, milikmu, dan…
untukmu…

Yogyakarta, 22 mei 2013

Tawa dan Kekalahan

Hari ini kamu tertawa bahagia, dan mungkin juga tersenyum manis,
Hari ini kamu berjalan dengan tatapan yang bersinar, dengan semangat membara
Kerja kerasmu terbayar sudah,
Pengorbananmu, perjuanganmu, semua terjawab dengan penuh kepastian
Pidatomu merekah, membuat semua orang tertegun
Meskipun aku tidak melihatnya…
Tawamu adalah cerita hari ini

Kalah? Tidak ada yang kalah hari ini, kita semua sama-sama menang
Karena senyummu, membuatku merasa menang,
Biarkan semesta meneguk kopinya di sore hari,
Dan aku mengingat memori hijau tentang kita

Selamat tertawa kamu, dan kekalahan, bukanlah leksikon yang memelukku hari ini

Yogyakarta, 22 Mei 2013

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Puisi, Sastra and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kumpulan Puisi Galau Mei 2013

  1. shasha says:

    Romantiiiis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>