Menugasi atau Menugaskan

Sampai sekarang, masih sering kita jumpai orang menggunakan bentuk menugasi dan menugaskan secara bertukar-tukar. Maksud saya, alih-alih menggunakan bentuk dengan akhiran –i (menugasi), digunakan orang bentuk dengan akhiran –kan (menugaskan). Supaya kita dapat melihat mana bentuk yang seharusnya dipakai dalam kalimat tertentu, baiklah saya kemukakan beberapa contoh lain yang sejalan dengan bentuk itu. Kata tugas dilihat dari jenis katanya adalah kata nama benda atau kata benda. Mari kita ambil kata lain (kata benda), lalu kita beri akhiran –i atau –kan, kemudian kedua bentuk itu kita gunakan dalam kalimat. Kita ambil misalnya kata anugerah dan kata hadiah. Bentuk yang akan kita gunakan dalam kalimat ialah bentuk menganugerahi dan menganugerahkan, bentuk menghadiahi dan menghadiahkan.

A1. Presiden menganugerahi beliau bintang jasa.
A2. Presiden menganugerahkan bintang jasa kepada beliau.
B1. Paman menghadiahi Tati sebentuk cincin.
B2. Paman menghadiahkan sebentuk cincin kepada Tati.

Membandingkan contoh A1 dengan A2 dan B1 dengan B2, kita melihat bahwa kata kerja berakhiran –i langsung diikuti oleh orang yang berkepentingan (menganugerahi beliau, menghadiahi Tati), sedangkan kata kerja berakhiran –kan diikuti oleh obyek (menganugerahkan bintang jasa; menghadiahkan sebentuk cincin). Kedua bentuk kata kerja dengan akhiran –i dan –kan itu dalam kedua kalimat yang berpasangan itu tidak dapat kita pertukarkan. Kita tidak dapat mengatakan:

Presiden menganugerahi bintang jasa kepada beliau.
Atau: Presiden menganugerahkan beliau bintang jasa.

Paman menghadiahi sebentuk cincin kepada Tati.
Atau: Paman menghadiahkan Tati sebentuk cincin.

Kalau kita teliti makna gramatikal akhiran –i dan –kan pada kata-kata di atas itu, akan kita dapati maknanya sebagai berikut:

Menganugerahi memberi anugerah’
Menganugerahi beliau ‘memberi beliau anugerah’

Menganugerahkan ‘menjadikan (sebagai) anugerah’
Menganugerahkan bintang jasa ‘menjadikan bintang jasa (sebagai) anugerah’

Menghadiahi ‘memberi hadiah’
Menghadiahi Tati ‘memberi Tati hadiah’

Menghadiahkan ‘menjadikan (sebagai) hadiah’
Menghadiahkan sebentuk cincin ‘menjadikan sebentuk cincin (sebagai) hadiah’

Berdasarkan analogi bentuk-bentuk kalimat di atas, marilah kita bentuk kalimat dengan kata menugasi dan menugaskan secara tepat; kata menugasi berarti ‘memberi tugas’ sedangkan kata menugaskan berarti ‘menjadikan (sebagai) tugas’.

Pak Guru menugasi murid-muridnya menyelesaikan pekerjaan itu.

Pak Guru menugaskan penyelesaian pekerjaan itu kepada murid-muridnya.
Atau: Pak Guru menugaskan kepada murid-muridnya menyelesaikan pekerjaan itu.

Kalau kalimat dengan kata kerja bentuk me- itu kita ubah menjadi kalimat dengan kata kerja bentuk di-, maka hasilanya sebagai berikut:

Murid-murid ditugasi Pak Guru menyelesaikan pekerjaan itu.
Penyelesaian pekerjaan itu ditugaskan Pak Guru kepada murid-muridnya.

Murid-murid ditugasi artinya ‘murid-murid diberi tugas’
Penyelesaian pekerjaan ditugaskan artinya ‘penyelesaian pekerjaan dijadikan tugas’

Jadi, kata menugasi haruslah diikuti oleh orang yang berkepentingan (beneaktif), sedangkan kata menugaskan diikuti oleh obyek (obyektif). Cobalah Anda perhatikan sekali lagi baik-baik contoh-contoh di atas, kemudian Anda camkan arti kata-kata dengan akhiran –i dan –kan yang terkandung pada kata-kata itu.

Diambil dari buku Inilah Bahasa Indonesia yang Benar karangan J.S. Badudu.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>