Menyeringai

Menyeringai

Sebagaimana aku dulu sebelum memelukmu sebegitu dalam

Aku melampiaskan semua hasrat sekedar untuk mendekatkan

Dianggap tak punya hati? selalu kudengar dari manusia yang tak mengutamakan logika

Ini bukan sekedar diksi untuk sosokmu yang mungkin tak terganti

Ini pula bukan sekedar kata untuk para manusia yang tak punya logika yang mengedepankan hati

Aku mulai dari sini

Sebelum mengenalmu ada seorang yang selalu datang bercengkrama, saling bertukar cerita dari larut malam hingga fajar menyingsing

Meluapkan rasa gembira hingga dilema tentang cinta

Menertawakan kehidupan yang terkadang buat kita harus mengelus dada

Hingga mengkhayal terbang tinggi untuk bagaimana nanti

Sampai masa dulu asmara diriku bergejolak, suka yang hanya sekedar suka berevolusi menjadi ingin memiliki

Hingga tepat sebelum hari dimana kita bersepakat untuk menyatukan hati yang asing

Aku datang kembali

Rasa senang berkecamuk kencang, sedangkan kepasrahan membayangi secara diam

Kuluapkan, kupasrahkan, kukuatkan

Tiga kata diatas tadi yang mungkin menjadi kunci

Kuluapkan semua perasaan suka terhadapmu, begitu dalam sedalam tambang emas di afrika selatan

Untung bukan tambang di berita viral itu

Kupasrahkan semua keputusan ada di dirimu, entah itu diterima tuk menjalin cinta atau bertepuk sebelah yang kuterima

Untung kau bukan seperti dia yang bersinggungan dimasa laluku

Kukuatkan segala macam keputusan yang akan kau berikan, apakah aku akan berlinang air mata dijalan dalam kesedihan atau kebahagiaan

Untung kau memberi kebahagiaan saat itu

Sampai-sampai aku tersenyum hingga larut malam

Membuat pipiku pegal-pegal

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: