Pemakaian Kata dengan Makna yang tidak Tepat

Akan kita bicarakan di bawah ini penggunaan kata yang tidak tepat dalam kalimat dilihat dari sudut maknanya. Perhatikan kalimat berikut:
“Ternyata Ibing bisa bergaya seperti dalang,” kilah Bunarto.

Kata kilah dalam kalimat di atas dipergunakan sebagai kata yang bersinonim (sama artinya) dengan kata ujar atau kata (kilah Bunarto = ujar Bunarto = kata Bunarto). Memang jika Anda perhatikan pemakaian kata kilah itu sekarang baik dalam majalah maupun dalam surat-surat kabar, Anda akan menarik kesimpulan bahwa kata kilah disamakan orang saja dengan kata ujar. Padahal, jika Anda buka kamus umum bahasa Indonesia akan Anda jumpai makna kata itu tidak demikian. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan Poerwadarminta tertulis sebagai berikut:

Kilah: tipu muslihat; tipu daya; mis. Walaupun bagaimana yang dijalankan, namun perasaan persatuan tak bisa dipecah-pecah lagi; 2 dalih; mis. Semuanya itu bukan ~ belaka; - helah, helat;

Berkilah (-kilah): berdalih; mencari-cari alasan atau memutarbalikkan perkataan (untuk membantah); mis. Pepatah itu gunanya ialah akan pematahkan cakap orang sehingga lawan bercakap tak dapat ~ lagi;

Mengilah-ngilahkan: memutar-mutar (perkataan dan sebagainya); memutarbalikkan; mengenakan tipu muslihat; mis. Kebenaran tidak dapat diklah-kilahkan menurut keperluan politik pada suatu ketika.

Jadi, berdasarkan keterangan yang kita temukan dalam kamus itu, penyamaan makna kata kilah dengan ujar tidak tepat. Kata kilahnya jangan disamakan dengan ujarnya atau katanya saja sebab di dalam kata kilah terkandung pengertian adanya ‘alasan yang dibuat-buat yang disebut dalih’, atau ‘alasan yang dicari-cari untuk memutarbalikkan kebenaran’.

Kalimat kedua:
Demikian katanya dengan senyumnya yang khas, sementara lesung pipitnya menghiasi kedua belah pipinya.

Perhatikan ungkapan lesung pipit dalam kalimat di atas. Sering benar kita dengar atau kita baca penggunaan ungkapan seperti itu, padahal bentuk yang tepat ialah lesung pipi. Tidak ada hubungan benda yang dimaksud dengan pipit, nama burung. Dinamakan lesung pipi karena lekuk kecil pada pipi apabila tersenyum, menyerupai bentuk lesung tempat menumbuk padi itu. Dipakai kata pipi di belakang lesung itu (menjadi lesung pipi) karena lekuk itu terdapat pada pipi. Jadi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan burung pipit. Kalau Anda rajin membuka kamus untuk memeriksa mana bentuk yang tepat antara beberapa bentuk yang sering Anda jumpai, pastilah Anda akan menemukan jawaban yang tepat dan benar sehingga dengan demikian, Anda akan dapat menghindarkan diri dari pemakaian bentuk yang salah.

Dalam bahasa Indonesia, sangat banyak bentuk kembar yang muncul, misalnya: akhli – ahli, syaraf – saraf, fihak – pihak, azas – asas, disyahkan – disahkan, dipersilahkan – dipersilakan, anggauta – anggota, mengenyampingkan – mengesampingkan, idzin – izin, bathin – batin, hatsil – hasil, hadlirin – hadirin. Semua bentuk yang disebutkan mula-mula adalah bentuk yang salah (hiperkorek).

Kalimat ketiga:
Mereka secara bertahap dipapah untuk lebih menghayati tentang betapa pentingnya rasa kemanusiaan dan asas tolong-menolong bagi sesama manusia.

Pemakaian kata dipapah dalam kalimat di atas kurang tepat karena kata itu memberikan konotasi makna yang lain daripada yang dimaksudkan. Orang yang dipapah ialah orang yang tak mampu lagi berjalan sendiri, misalnya karena sakit, luka, dan sebagainya. “Mereka” yang disebut dalam kalimat di atas ialah orang-orang yang membutuhkan tuntunan, bimbingan, atau petunjuk agar mereka dapat keluar dari dunia ketidaksadaran dan ketidaktahuannya, masuk ke dalam dunia pengertian sehingga mereka dapat menghayati betapa pentingnya perasaan kasih terhadap sesama manusia. Karena itu, kata yang tepat digunakan dalam kalimat itu ialah kata dituntun atau dibimbing.

Kalimat itu kita luruskan menjadi:

Mereka secara bertahap dibimbing agar kemudian dapat lebih menghayati betapa pentingnya rasa peri kemanusiaan dan asas tolong-menolong itu.

Gunakanlah kata-kata secara tepat dalam kalimat, baik bentuk maupun maknanya, demi kecermatan berbahasa.

Diambil dari buku Inilah Bahasa Indonesia yang Benar karangan J.S. Badudu.

 

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>