Penunggu Malam

Penunggu Malam

Tenggorokanku mulai sakit. Aku haus. Dan tidak bisa tidur.
Malamku menjadi tidak biasa,
Aku dihantui oleh bacaan yang barusan dibaca.
Prihal sosok yang bukan manusia.

Ah hatiku ini. Juga sama gaibnya.
Bisa apa dia selain menghilang dan tiba-tiba muncul.
Oh tidak! Satu lagi bisanya,
Ia sering mengigau soal cinta.
Katanya bahwa ingin ia si rangga,
Untuk jadi balasan dari puisinya.

Ah! Aku juga, bukan aku yang sebelumnya..
Aku ini yang sedang menulis.
Tapi bukan Aku-nya Chairil ya!
Aku. Hanya aku. Malam ini. Sungguh sepi.
Selain malas, kerjaanku yang lain adalah mencintai.
Tapi bukankah hati ini akan sepi,
Jika yang dicintai tidak tahu diri!
Dirinya sudah ditumbalkan oleh orang lain.
Bukan punyaku hatinya itu.

Padahal malam ini sungguh aku ingin dipelukan yang mencintaiku.
Bosan aku dipeluk malam, yang kali ini malah ditemani temannya malam- penunggunya.

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: