Peran Sastrawan dan Penulis pada Pilpres 2014

Indonesia baru saja melangsungkan Pemilihan Umum di tahun 2014 ini. Pemilihan Umum yang terbilang luar biasa, dengan peningkatan partisipan yang begitu signifikan. Di mana antusiasme-seperti yang kita semua rasakan-begitu besar pada segenap orang.

Pemilihan Presiden kali ini luar biasa. Baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto berkali-kali menjadi pusat perbincangan di dunia maya. Bahkan, ruang lingkupnya bukan lagi sekedar nasional, tapi sudah internasional! Banyak sekali tokoh dunia yang ikut dalam perbincangan tentang calon Presiden Indonesia ini. Hal itu terlihat jelas, dari seringnya nama Jokowi maupun Prabowo terpampang dalam Trending Topic World Wide (TTWW) dalam situs jejaring sosial populer: Twitter.

Tidak hanya itu saja, pertentangan pendapat antara pendukung satu sama lain pun terasa memanas pada pemilu kali ini. Baik Prabowo maupun Jokowi memiliki “pendukung garis kerasnya” masing-masing. Dan dari situ pula, kita dapat mengetahui, bahwa para sastrawan banyak yang terlibat di sini.

Dari kubu Jokowi, penulis-penulis dari berbagai golongan bermunculan mendukungnya. Sebut saja Goenawan Mohammad (GM), Dewi ‘dee’ Lestari, Fira Basuki, Ayu Utami, dan masih banyak lagi penulis-penulis lain yang secara terang-terangan menyatakan dukungannya untuk Jokowi. Bahkan, beberapa dari mereka sampai rela mengganti Ava-nya dengan embel-embel nomor 2, nomor urut dari Jokowi.

Dari kubu Prabowo? Tidak kalah, ada sastrawan-sastrawan yang identik dengan agama karya-karya islaminya menjadi pendukung beliau. Sebut saja Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Salim A Fillah, dan masih banyak lagi.  Dukungannya pun bermacam-macam. Yang paling sering adalah dengan membuat kultwit tentang mengapa mereka memilih Prabowo.

Ya, pemilu kali ini sungguh mengharukan, karena banyak sastrawan yang biasanya memilih jalur aman dengan berkata netral, memberanikan diri untuk menyuarakan aspirasinya. Bahkan, beberapa dari mereka dengan suka rela ikut melakukan kampanye.

Sungguh, sebuah peningkatan demokrasi yang harusnya disyukuri oleh banyak orang Indonesia.

Peranan Sastra dalam Pilpres 2014

Oke, sastrawan memang terlibat pada Pilpres 2014 ini. Lalu kenapa? Jangan-jangan mereka hanya menjadi pemanis saja bagi kubu yang mencalonkan diri? Jangan-jangan, sastra tetap saja tidak memiliki kekuatan untuk menggerakkan massa di pemilu kali ini?

Tentu kita tahu, karya sastra memiliki kekuatan yang besar untuk menggerakkan orang-orang. Kalau tidak, kita tidak akan terbengong-bengong melihat Wiji Thukul yang tiba-tiba menghilang. Kalau sastra tidak memiliki kekuatan, maka WS Rendra hanya akan dianggap angin lalu oleh pemerintah.

Sejarah telah lama membuktikan, bahwa karya sastra dapat memulai sebuah revolusi. Dan karya sastra pada pemilu kali ini, bukanlah pengecualian dari hal tersebut di atas.

Lalu, peran apa sebenarnya yang ada pada karya sastra di Pilpres 2014 ini? Mari kita tengok, beberapa surat terbuka yang sekarang marak dan telah menjadi semacam trend center dalam cara mengkritik seseorang.

Awalnya, kita lihat bagaimana anak Amien Rais membuat sebuah surat terbuka untuk Capres Jokowi dan kemudian hal itu menjadi pusat perbincangan orang-orang. Kita lihat juga, bagaimana para sastrawan dan pekerja kreatif beraksi dengan membuat blog berjudul Surat untuk Pak Bowo di tumblr. Kita lihat dan rasakan sendiri, betapa besarnya pengaruh yang diberikan surat-surat itu.

Tentu saja, saat kita membicarakan sastra dan Pilpres 2014, menyebutkan surat sebagai contoh adalah sebuah bagian kecil. Masih ada banyak contoh lain yang bisa kita bicarakan, misalnya kicauan para sastrawan itu di Twitter yang mungkin bisa merubah cara pandang followernya terhadap salah satu calon. Dan masih banyak contoh lainnya.

Mungkin yang tidak akan kita temukan adalah, seorang sastrawan membuat sumpah aneh-aneh apabila salah satu calon Presiden menang.

Terimakasih para sastrawan Indonesia, anda telah membuat Pilpres kali ini lebih hidup, tapi tetap dengan tingkat kewarasan yang masih terjaga.

This entry was posted in Sastra and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>