Puisi “Gerbang Langit” Karya Rakhbudi Umar

Puisi cantik nan sendu dari Rakhbudi Umar yang mungkin akan membuat anda tersenyum sembari mengingat kenangan yang serupa kala membacanya.

Kali ini kami menampilkan puisi yang dikirim dari Sumedang, sebuah kota di Jawa Barat yang mungkin sudah tidak terlalu asing lagi. Suara hati dari seorang Rakhbudi Umar terhadap dunia membuat puisi ini terasa jujur dan apa adanya.

Gerbang Langit

Perempuan berjilbab merah itu mewujud mimpinya, menatap hamparan luas di atas sana.

Menghirup sejuk dari pohon-pohon tinggi, mungkin berdiri pada bebatuan tua. Bersenandung.

Apakah dia ingat serangga lucu yang tertidur pada satu daun hijau itu?. Sebuah kotak yang indah.

 

Dudukan batu panjang itu, apakah dia mengingatnya?. Dua tawa tengil dan tangan-tangan jail.

Menatap ruas-ruas hitam panjang bangunan gelap, membingungkan. Apakah ruangan itu kotak?.

Bangku-bangku penonton yang retak dan melupa itu, masih setia pada panggung kosongnya.

 

Dia menapakan lagi kakinya pada ratusan tangga berlumut, menyimpul senyumnya pada bias rana.

Cantik seperti biasa, dengan kain merah menutupi mahkotanya, menghiasi aura tenangnya.

Kapan dia kembali, besok?. Atau mungkin menikmati aliran para anak hujan dulu. Entah.

 

Seabad lalu, mereka menunggu bus kota menjemput putri. Hingga kemuning senja. Kembali.

Meramu rasa, pada gemerisik dedaun, tangga-tangga ruang hitam,  pasir-pasir gerbang langit.

 

(Ditulis di dalam kamar sedikit remang, Sumedang, 13 Januari 2014)

 

 

Tentang Penulis

Rakhbudi Umar, Guru Honorer di sebuah Sekolah Dasar, 1992

This entry was posted in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>