Puisi Gundah Gulana Oleh Rizki Wibisono

Selamat malam sahabat. Puisi pembaca kali ini kami hadirkan dari Rizki Wibisono, seorang mahasiswa S2 K3 UNAIR 2015-2016 yang memang hobi menulis karya sastra. Bisa dibilang, kita beruntung karena dapat merasakan untaian kata penuh makna yang kami yakin ditulis dari hati ini. Sahabat, silahkan menikmati Puisi Gundah Gulana dari Rizki Wibisono atau yang biasa akrab dipanggil Wibi ini.

GUNDAH GULANA

Oleh Rizki Wibisono (Wibi)-mahasiswa S2 K3 UNAIR 2015-2016

Ceroboh yang menerpa
kalut yang menyapa
Antara dua bayangan manis
yang satu bayangan cerdas namun tak menarik
Yang satu menarik namun belum diketahui sifat bayagan itu

Sang pemuda mencari kesetiaan, kenyamanan, dan kualitas
Sang pemuda masih memantaskan diri
Kadang juga pemuda itu lupakan semua
Juga terkadang menyapa angin dan memberontaknya sekalian

Penyesalan harus dilalui
Penyesalan harus dibalut dengan kata sopan
Penyesalan membuat pemuda gundah gulana
Begitu dampakya pada sang pemuda, sangat besar

Rindu pada bayangan yag menarik namun belum diketahui sifatnya
Rindu tiap malam yang seakan menjadi antivirus dari segala masalah mendera
Sang pemuda sedang mencari bayangan menarik, berkualitas dan membuat nyaman
Bukan encari ada kekurangan dari ketiga indikator

Tidak muluk-muluk, namun hanyalah sebuah cita-cita luhur
Membentuk peradaban yang mulia
Dengan bayangan yang diharapkan
Pemuda itu ampu taklukan apapun yang diinginkan
Ia yakin Allah akan membantu

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>