Puisi “Kepada Bunda” Karya Sanusi Pane

Kumpulan sajak Sanusi Pane yang ketiga dan yang dianggapnya telah menjawab pertanyaan-pertanyaan falsafi sehingga ia merasa menemukan dasar hidupnya, adalah Madah Kelana. Kumpulan sajak ini memuat 49 buah sajak beserta sebuah sajak persembahan yang menerangkan kepada siapa penyair mempersembahkan buah tangannya itu:

Kepada Bunda

Terkenang di hati mengarang sari,
Yang kupetik dengan berahi
Dalam kebun jantung hatiku,
Buat perhiasan Ibunda-Ratu.

“Ibunda Ratu yang dimaksudnya itu, tak syak lagi adalah tanah airnya. Sebagai pemuda yang sadar-bangsa, ia ingin mempersembahkan sesuatu kepada tanah tumpah darahnya. Dan kesadaran kebangsaan merupakan salah satu tema yang mendasari kumpulan sajak ini. Sajaknya yang pertama ‘Teratai’ dipersembahkan kepada Ki Hadjar Dewantara yang diumpamakannya dengan “bunga teratai” dan “Teratai Bahagia” yang “turut menjaga Zaman.” Ki Hadjar Dewantara adalah seorang perintis gerakan kebangsaan dan pemimpin perguruan nasional Taman Siswa. “Bunga teratai” itu tumbuh “tersembunyi” dan “tidak terlihat orang yang lalu,” namun “kembang induk permai” “Dalam kebun di tanah airku.”

Tetapi kesadaran kebangsaan itu menggugahkan juga kesadaran berbuat, berkewajiban, sedangkan dia merasa “Tidak ada yang sudah tercapai” dan hatinya kosong serta tangannya hampa. Maka sebagai Arjuna yang merasa beban kewajiban yang berat setelah mendengar petua Krisyna di padang Kuru dalam Bhagavad Gita ia meminta agar dirinya dibebaskan dari kesadaran itu;

O, Krisyna tiadakanlah kembali
Titah yang dulu menyuruh daku
Meniup suling di tanah airku

Dan kehidupan tak tahu apa, lupa, tenggelam dalam kehidupan, diinginkannya, karena dalam keadaan seperti itu tidak ada kesadaran : Dan karena itu tidak ada pula panggilan hati untuk menunaikan kewajiban:

Biarkan daku sekali lagi
Jatuh ke dalam jurang gulita,
Supaya lupa, tidak bercita.

Kepada Krisyna

Diambil dari buku “Membicarakan Puisi Indonesia” karya Ajip Rosidi.

 

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Puisi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Puisi “Kepada Bunda” Karya Sanusi Pane

  1. Pingback: Arti Kata Gulita (dan Gelap) | SastraNesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>