[Puisi] Ketika Malam Kehilangan Wibawanya

Dahulu, dada malam tak pernah berhenti membusung
Berjalan tegap dengan dagu menjulang
Menatap lusuh kepada manusia
“Aku sudah datang, bersembunyilah kalian!”
Teriaknya

Dahulu, manusia tertunduk lemah di depan malam
Melangkah malu-malu dengan dagu menempel di dada
Menatap ragu kepada malam
“Tuhan, segerakan malam ini, datangkanlah pagi nan cerah.”
Lirihnya

Dahulu, keheningan malam adalah keindahan
Tenang malam adalah seni
Gelap malam adalah inspirasi
Manusia beristirahat, dunia meninabobokkan

Waktu berjalan, cahaya terus mengalir
Manusia belajar menangkap cahaya
Manusia tak sudi bersembunyi dalam gelap malam

Lampu-lampu bersinar gagah,
menangkis gelapnya malam dengan gaya
Dunia malam bergerak dengan angkuhnya,
menolak hegemoni malam dengan ketenangannya

Sekarang, dada malam tak lagi terlihat
Berjalan pun ia harus menggunakan tongkat
Dengan tatapan sayu minta dikasihani
“Aku sudah datang, kenapa kalian tidak pergi?”
Rintihnya

Sekarang, manusia berjalan sombong di depan malam
Langkah besar yang dibuat-buat
Tatapan angkuh akan kemenangan
“Gelapmu tak berarti lagi, wahai malam”
Teriak mereka beramai-ramai
Beberapa dengan bau alkohol yang keluar dari mulut

Ketika malam kehilangan wibawanya,
Bumi semakin tua, manusia semakin angkuh

Ketika malam kehilangan wibawanya,
Lampu jalan berdiri gagah, berteriak lantang,
“Aku bisa menggantikanmu, wahai matahari!”

Ketika malam kehilangan wibawanya,
Bumi merintih lemah, memohon kepada manusia,
“Wahai mahluk yang dipercaya Tuhan untuk menjagaku, aku mohon, biarkan aku beristirahat, mari kita bersama meminum secangkir kopi dengan tenang di malam hari, jangan kau pusingkan aku dengan minuman-minuman yang membuat pagiku hancur…”

Sleman, 30 April 2013

Puisi ini hanyalah ungkapan kegalauan penulis. Rasa galau yang timbul karena keprihatinan terhadap manusia zaman sekarang. Manusia yang tak segan-segan memilih untuk menggunakan malam sebagai tameng akan ketakutannya pada dunia.

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>