Puisi “Lukisan Kertasku” Oleh Ainun Az-zahra

Apa jadinya ketika kita memandang sesuatu dengan penuh cinta, tapi tak bisa meraihnya karena banyak penghalang? Ainun Az-zahra memberikan deskripsi yang indah lewat puisinya berikut ini.

Lukisan Kertasku

Segores dalam hati ketika semua itu tumbuh dalam benih yang selalu hadir dalam benak. Aku terdiam dalam sebuah kertas, menaruh pena dalam sentuhan tinta yang mulai membahas catatan kecilku. Aku menemukan kembali sosok itu, yang beraura dalam naluri yang tergambar penuh kegembiraan. Kehadirannya selalu menjadi singgah sana pada setiap siapa saja yang menatap matanya.

Aku terhalang begitu banyak lukisan tinta yang tercoret di dalam kertasku, aku terdiam ketika tatapannya menatap wajahku. Tersipu malu yang aku rasakan, tak pernah disangka kata yang terucap untuk selalu menjauh darinya ternyata, takdir allah berkata lain.

Aku ada di dekatnya, ada selalu di depan matanya, setiap hari selalu berharap ada lukisan warna lagi di dalam lukisan kertasku. Tak ada lagi rindu, rindu dalam diam, rindu yang tak terbalas. Namun, semua ini terguncang ketika ada lukisan itu di depan mataku, di depan keseharianku. Tak berharap banyak, karna ada banyak bunga yang selalu menghampirinya, ada banyak lukisan penghalang antara aku dan lukisanku.

Allah mempunyai rencana terbesar yang aku pendam, bukan berarti dalam diam aku terdiam tetapi dalam diam aku melukiskan semua dengan warna. Kehidupan tak semanis buah cherry, lukisanku tetaplah menjadi lukisanku dan membuat warna dalam kehidupanku selalu hingga nantinya aku dan lukisanku berakhir pada sebuah kebinasaan yang kekal abadi hingga mencapai akherat.

Semua yang akan di capai oleh lukisan kertasku ketika lukisan kertasku memandang sebuah awan. Awan putih yang terhalang ketika gemuruh petir sudah terlihat, siapa yang salah lukisan kertasku atau awan hitam bergemuruh itu. Setiap kali lukisan kertasku memandang awan itu akan terhalang, lukisan kertasku akan terus terukir dan melukiskan keindahannya. Lukisan kertasku terhalang untuk melakukan lukisan indahya lagi, karna keindahan itu tertutup.

Lukisan kertasku akan selalu mengukir kesempurnaan itu, tak ada habisnya memang untuk membentuk sebuah lukisan indah itu. Lukisan kertasku terlalu indah untuk selalu mengukirnya. Aku kagum kepada lukisan kertasku, karna setiap kali melihat senyuman lukisan kertasku aku selalu membuatnya dalam sebuah cahaya lukisan. Lukisan kertasku akan terus mengukir indahnya lukisan yang ada, akan selalu membuat cerita indah ketika selalu bersama lukisan kertasku.

Bukan hanya sebuah tawa yang tercipta tapi sebuah ukiran lukisan yang ada pada lukisan kertasku. Lukisan kertasku akan ada dilema ketika lukisan ini akan menjadi bagian dari keindahaan. Lukisan yang selalu menjadi tambatan dalam keindahan lukisan kertas yang lain. Aku dan Lukisan kertasku selalu ada penghalang yang menjadi pemisah. Entahlah kapan lukisan kertasku kembali seperti warna yang dulu. Warna yang selalu ada di dalam fikiran dan hati ini.

Sebuah goresan tinta dalam lukisan kertasku akan terus aku pantau dengan warna lukisan-lukisan indah yang nantinya akan mengukir sebuah sejarah yang besar. Lukisan kertasku, coba dengar warna dan tinta hitam ini memanggil namamu untuk menjadi sebuah sejarah yang terindah. Rasa sebuah lukisan kertas ini terasa perih ketika selalu ada di dekat lukisan kertasku. Lukisan kertasku akan menjadi sebuah penghalang, mungkinkah?? akan ada sebuah cerita indah dibalik itu sebuah warna suram yang saat ini aku rasakan. Mungkinkah bisa jadi menjadi warna yang lebih indah dikemudian hari.

Goesan tinta hitam ini akan menjadi sebuah saksi untuk lukisan kertasku yang begitu membuat kehidupan ini lebih berwarna. Tak ada janji atas pertemuan saat ini dan tak ada sebuah isyarat untuk pertemuan yang mungkin singkat saat ini. Apa yang sebenarnya yang di rencanakan Allah untuk aku dan lukisan kertasku. Apakah ini jawaban atas perkataan aku saat itu untuk lukisan kertasku. Sampai bertemu di warna lukisan berikutnya lukisan kertasku.

Biografi Singkat Penulis

Nama                             : Isnaeni Widowati Sutoyo

Nama Pena                    : Ainun Az-zahra

Tempat, Tanggal Lahir : Lampung Selatan, 11 April 1994

Email                             : w.isnaeni17@yahoo.com

Blogger                         : ainunaz-zahra.blogspot.com

Profesi                           : Jurnalis

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>