Puisi “Tanah Air” oleh Muhammad Yamin

Puisi “Tanah Air” yang ditulis oleh Muhammad Yamin ini merupakan salah satu puisi terpenting dalam sejarah Indonesia, khususnya Bahasa Indonesia. Apa pasal? Puisi ini merupakan semangat baru bagi para pemuda nusantara kala itu untuk menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

Memang, di saat Muhammad Yamin menulis puisi ini (tahun 1920) Bahasa Kedaerahan masih melingkupi dunia sastra Nusantara. Bahasa Jawa dan bahasa Melayu menjadi dua bahasa yang cukup sering digunakan dalam sastra, karena memang pengaruh daerahnya yang besar.

Barulah saat kemudian Yong Sumatra menerbitkan majalah Yong Sumatra pada tahun 1918, bahasa melayu lambat laun berubah menjadi bahasa Indonesia. Bahasa yang digunakan sebagai bahasa Nusantara. Salah satu faktor penting perubahan bahasa ini, juga melalui karya sastra, salah satunya, adalah puisi dari Muhammad Yamin ini.

Inilah puisi legendaris dari Muhammad Yamin itu:

Tanah Air

Pada batasan, bukit Barisan,
Memandang aku, ke bawah memandang;Tampaklah Hutan, rimba, dan ngarai;
Lagipun sawah, sungai yang permai;
Serta gerangan, lihatlah pula;
Langit yang hijau bertukar warna;
Oleh pucuk, daun kelapa;
Itulah tanah, tanah airku
Sumatera namanya, tumpah darahku.

Sesayup mata, hutan semata;
Bergunung bukit, lembah sedikit;
Jauh di sana, disebelah situ,
Dipagari gunung, satu persatu
Adalah gerangan sebuah surga,
Bukannya janat bumi kedua
-Firdaus Melayu di atas dunia!
Itulah tanah yang kusayangi,
Sumatera, namanya, yang kujunjungi.

Pada batasan, bukit barisan,
Memandang ke pantai, teluk permai;
Tampaklah air, air segala,
Itulah laut, samudera Hindia,
Tampaklah ombak, gelombang pelbagai
Memecah kepasir lalu berderai,
Ia memekik berandai-randai :
“Wahai Andalas, Pulau Sumatera,
“Harumkan nama, selatan utara !”

Saat pertama kali Yamin menuliskan puisi itu, puisi itu adalah sesuatu yang baru. Sembilan baris dalam satu bait, sastra melayu tidak mengenalnya. Itulah salah satu bentuk puisi yang kini menjadi bentuk sastra paling digemari, puisi bahasa Indonesia!

Sumber : Buku Membicarakan Puisi Indonesia oleh Ajip Rosidi.

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Puisi “Tanah Air” oleh Muhammad Yamin

  1. Pingback: [Buku] Membicarakan Puisi Indonesia oleh Ajip Rosidi | SastraNesia

  2. Pingback: 5 Fungsi Dasar dalam Sastra | SastraNesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>