Sajak Matahari Oleh WS. Rendra

WS. Rendra memang ahli dalam membuat metafora dari sebuah benda yang disambungkan dengan keadaan manusia. Dalam puisinya Sajak Matahari ini, terlihat jelas bagaimana keahlian itu dia kembangkan. Dia berhasil memasukkan premis tentang berkah dan musibah yang berada satu benda: matahari. Dia menjadikan matahari sebagai simbol bagaimana sebuah benda bisa menjadi berkah bagi para manusia, namun pada kesempatan yang lain, berubah menjadi musibah.

Pemilihan kosakata yang Rendra gunakan pada Sajak Matahari ini juga menggelitik. Menggunakan kata-kata lelaki gundul dan wanita miskin yang notabene jarang digunakan orang sebagai sebuah frasa.

Mungkin langsung saja, tanpa perlu berlama-lama lagi, kami persembahkan untuk anda, sahabat: Sajak Matahari karangan WS. Rendra.

SAJAK MATAHARI

Oleh :
W.S. Rendra

Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.

Wajahmu keluar dari jidatku,
wahai kamu, wanita miskin !
kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang,
dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !

Satu juta lelaki gundul
keluar dari hutan belantara,
tubuh mereka terbalut lumpur
dan kepala mereka berkilatan
memantulkan cahaya matahari.
Mata mereka menyala
tubuh mereka menjadi bara
dan mereka membakar dunia.

Matahri adalah cakra jingga
yang dilepas tangan Sang Krishna.
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu,
ya, umat manusia !

Yogya, 5 Maret 1976
Potret Pembangunan dalam Puisi

This entry was posted in Puisi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>