Sajak Peperangan Abimanyu oleh WS Rendra

Perasaan cinta dan kehilangan kadang adalah sebuah puncak emosi yang melahirkan karya hebat. Kita tahu bagaimana sajak-sajak tentang cinta telah menjadi tajuk utama karya sastra dalam semua generasi. Di lain pihak, kita juga melihat sajak-sajak bernada kehilangan menjadi sebuah pemantik dan alasan lahirnya karya besar.

Tak terkecuali pada karya WS Rendra yang satu ini.

Puisi Sajak Peperangan Abimanyu yang dipersembahkan untuk anaknya ini akan menjadi saksi akan kegetiran sang penyair. Kegetiran yang terlalu mewah untuk dapat kita nikmati sekarang. Karena itu, bacalah karya ini, menangislah jika memang harus menangis. Marahlah jika harus. Dan bergeraklah lebih kuat setelah ini, karena kamu sungguh beruntung dengan kehidupan yang kamu miliki sekarang, sahabatku. Apapun itu, tetaplah merasa beruntung.

Sahabat, inilah puisi untukmu: Sajak Peperangan Abimanyu oleh the great Rendra!

SAJAK PEPERANGAN ABIMANYU
(Untuk puteraku, Isaias Sadewa)

Oleh :
W.S. Rendra

Ketika maut mencegatnya di delapan penjuru.
Sang ksatria berdiri dengan mata bercahaya.
Hatinya damai,
di dalam dadanya yang bedah dan berdarah,
karena ia telah lunas
menjalani kewjiban dan kewajarannya.

Setelah ia wafat
apakah petani-petani akan tetap menderita,
dan para wanita kampung
tetap membanjiri rumah pelacuran di kota ?
Itulah pertanyaan untuk kita yang hidup.
Tetapi bukan itu yang terlintas di kepalanya
ketika ia tegak dengan tubuh yang penuh luka-luka.
Saat itu ia mendengar
nyanyian angin dan air yang turun dari gunung.

Perjuangan adalah satu pelaksanaan cita dan rasa.
Perjuangan adalah pelunasan kesimpulan penghayatan.
Di saat badan berlumur darah,
jiwa duduk di atas teratai.

Ketika ibu-ibu meratap
dan mengurap rambut mereka dengan debu,
roh ksatria bersetubuh dengan cakrawala
untuk menanam benih
agar nanti terlahir para pembela rakyat tertindas
– dari zaman ke zaman

Jakarta, 2 Sptember 1977 
Potret Pembangunan dalam Puisi

This entry was posted in Puisi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Sajak Peperangan Abimanyu oleh WS Rendra

  1. Pingback: Spesial Rendra | SastraNesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>