Sajak Terakhir Tentangmu

Sajak Terakhir Tentangmu

Isi kepala yang bising di tepi dinding
Menggantung terbingkai sedikit miring
Segelas kopi terteguk agak lebih pahit
Menyimak gejolak yang entah pada hati yang bertengkar sengit
Lalu beranjak…
Aku memilih pulang setelah puas menghirup aroma kenangan
Yang ku tanam dan mekar hingga berbulanbulan
Dengan rasa bersalah dan penyesalan
Ia tumbuh tak bertuan
Lalu aku tiba…
Sampai pada kampung halaman
Membawa setumpuk kerelaan dan ketidakpantasan
Membawa segenggam yakin dan suratansuratan Tuhan
Lalu aku lupa…
Aku akan lupa bagaimana wajah senja ketika kuceritakan perihal dirimu kepadanya
Aku akan lupa bagaimana suara angin menulusuri ventilasi udara mengantar rindumu sebagai koleksiku di toples kaca
Aku akan lupa katakata yang terbaca pada layar telpon genggam yang mampu menghadirkan senyum dan pipi merona
Aku akan purapura lupa mengenali wajah dan suaramu ketika tak sengaja bertemu di pusat kota
Lalu berhenti…
Aku berhenti merasa bersalah telah menjauhimu
Aku berhenti menceritakan tentangmu pada pagi dan udara semu
Aku berhenti merafalkan namamu dalam rentetan doaku
Aku berhenti menyebutmu dalam sajaksajak kehilanganku
Dan segala aksara yg pernah bercerita tentang dirimu,
Menjadi arsip pada malammalam biru yang bisu.

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: