Sastra Lama

Sastra -seperti kebanyakan hal di dunia ini- terus mengalami perkembangan. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor budaya, teknologi, politik, sosial, dan lain-lain turut mempengaruhi perkembangan sastra itu sendiri. Karena itulah, kiranya perlu bagi kita untuk memahami tentang sastra lama agar kita tidak rancu dalam melihat sebuah karya sastra.

Ibarat dalam masa-masa peradaban manusia, karya sastra juga akan diakui berdasarkan masanya. Misalnya jika di jaman dahulu kita akan dianggap istimewa jika mampu membuat sebauh sepeda yang sederhana dari besi, maka sekarang hal itu tidaklah istimewa lagi. Sudah ada ilmu pengetahuan yang memungkinkan banyak orang membuat banyak sepeda dalam waktu yang singkat, dalam berbagai model juga.

Begitu pula dengan karya sastra. Dewasa ini jika kita membicarakan tentang hasil sastra, maka ukuran yang kita gunakan akan lebih ketat lagi daripada satu abad silam. Waktu Abdullah dan sebelum munculnya tokoh ini di arena sastra Nusantara, ukuran yang digunakan belumlah seketat sekarang. Dewasa ini jumlah karya sastra telah banyak. Dalam mengukur yang banyak itu, biasanya selera manusia akan menjadi tinggi.

Dahulu, semua yang tertulis adalah hasil sastra. Tidak menjadi masalah apakah tinggi nilainya atau bukan, bila dipandang dari bahasa dan isi.

Beberapa jenis-jenis sastra lama diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mantra
2. Pantun
3. Liris Prosa
4. Gurindam
5. Seloka6. Syair
7. Masnawi
8. Ruba’i
9. Kith’ah
10. Gazal
11. nazam

Semoga bermanfaat!

This entry was posted in Sastra and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>