Sebuah Rumah

Sebuah Rumah

Sebuah Rumah
Rizal De Loesie

Aku inginkan sebuah rumah
atapnya langit dan cakrawala indah ku pandang
Lekuk dan lembah dan wangi taman
Jalanan dan debu kota dari kejauhan
Jendelanya terbuka, dengan kata-kata indah dibawa angin
Ke dalam ceruk jiwaku, membiak benih-benih ber-irama
Menenangkan syahdu penat letihku
Lantainya, adalah iman
Yang tahu membedakan syariat dan tabiat
Menjadi jejak berpijak,
Semua pintu adalah umbai senyuman tiap kali kumasuki
Dengan rasa, dengan cinta tak habis-habisnya
Kamar adalah ladang-ladang luas tempatnya
Kutanami dan kutuai semua buah ketulusan

ku ingin sebuah rumah, tempat belajar mengeja namamu Ya Rabby
tempat lantang juga kubacakan puisi,
ruang tempat kubebas mendengar riuh suara menyamarkan duka

Aku inginkan sebuah rumah di atas sajadah
Tiangnya rukun dan hukum, iman dan Islam
Tempat doa-doa, ikhlas dan syukur berlabuh
Halaman terhampar luas yang di tunggui
ayat-ayat suci, kasih dan wangi bidadari
Cawan-cawan penuh berisi, gelas kopi dan ikhlas
Daunan menjuntai dan mekar senyuman
Pelukn dekapan, kehangatan bulan dan matahari
Dalam balutan gaun iman dan kesyukuran

Aku ingin sebuah saja rumah, dengan isinya
Yang disinggahi bidadari dan malaikat-malaikat
Penghuni surga

Bandung, 15 September 2019

Bagaimana pendapat anda?

%d bloggers like this: