Suara yang Hilang di Keheningan

Berbeda dengan senyuman, suara selalu menjanjikan sesuatu yang menarik. Jangan salah paham, maksudku senyuman juga memiliki daya tariknya, tapi suara memberikan sentuhan melalui dimensi yang lain. Ya, senyumanmu memang selalu dengan kurang ajar sukses membuat hatiku berdesir, lalu secara spontan otakku ikut bereaksi, menimbulkan keinginan untuk tersenyum balik kepadamu.

Tapi suara? Suara tidak selalu berarti positif. Kadang suara itu lembut, seperti bisikan kata cintamu tepat di samping telingaku. Ada juga masa ketika suara itu terasa kasar, seperti bentakanmu saat melihat aku menggoda cewek random yang lewat di jalan. Bahkan, ada juga masa ketika suara itu ingin kusingkirkan. Seperti saat kau merengek minta dibelikan pacar baru, eh, maksudku bantal baru. Entah apa yang membuatmu menginginkan bantal baru. Mungkin karena bantalmu yang lama sudah sangat basah dan bau oleh ilermu? Sudahlah, lupakan saja itu. Aku sedang tak ingin membahas gaya tidurmu yang hobi membentuk pulau.

Aku sedang ingin membicarakan tentang suaramu, yang entah kenapa, selalu sukses membuatku kangen. Ya, setiap nafas yang kamu ambil, selalu terekam jelas di otakku. Setiap bunyi aneh (namun menggembirakan) yang terdengar ketika kamu tertawa, acap kali membuatku merasa bangga pada diri ini, karena telah berhasil membuatmu tertawa bahagia. Ya, aku senang mendengar suara bahagiamu. Itu membuatku semakin kuat. Semakin percaya diri.

Ada juga suaramu yang selalu sukses membuatku rindu pada masa lalu. Suara ketika kamu menangis sedih dalam pelukanku. Suara yang terisak itu. Serak. Dan kadang tidak terdengar olehku. Tapi aku tak pernah berani memintamu untuk mengulang apa yang kamu katakan ketika menangis. Bagiku itu akan mengganggu momen sedih yang kamu bangun. Biarlah aku memilih untuk pura-pura paham apa yang kamu katakan.

Ya, mendengar suaramu ketika bercerita kisah sedih padaku sambil menangis, membuatku rindu pada masa lalu.

Sayang, perlahan-lahan suara itu menghilang. Kamu tak berbicara lagi padaku seperti sebelumnya. Suaramu kepadaku berubah. Dingin. Tanpa cinta. Hanya suara basa-basi yang didengungkan atas nama pertemanan. Hanya sekedar kombinasi gerakan mulut, gigi, lidah, dan percikan ludah. Itu saja. Tidak lebih.

Sejujurnya, hal itu membuatku gila. Aku merindukan suaramu. Sungguh.

Aku berusaha mengejar suaramu. Berlari ke arah bukit dan jurang, berharap akan mendapatkan jejak gema yang kamu tinggalkan dahulu. Aku menyusuri lorong kegelapan, agar mataku terbutakan dan telingaku menjadi lebih peka. Aku menyanyikan lagu kita dengan petikan gitar seadanya. Aku bahkan mendengarkan lagu Korea agar bisa menemukan suaramu kembali.

Tapi seperti yang kita tahu, suaramu tak pernah kembali. Maaf, aku salah. Suaramu kembali, tapi tak pernah sama. Bukan suara yang kukenal.

Perlahan aku menyerah. Memilih untuk menyendiri. Menghindari suara-suara yang ada. Aku pura-pura tak mendengar suara lonceng di seberang kota. Aku pura-pura tak mendengar suara indah penyanyi seriosa yang bernyanyi dengan seluruh jiwanya. Aku bahkan pura-pura tak mendengar klakson pengendara mobil di belakangku.

Aku menjauh dari suara. Aku pesakitan yang takut akan suara.

Waktu berlalu. Tahun mulai berganti. Dan aku mulai terbiasa dengan kehidupan tanpa suara ini. Maaf, sekali lagi aku salah. Maksudku kehidupan yang penuh dengan suara, tapi tanpa hasrat untuk merengkuh hatiku. Suara yang kudengar semuanya hambar.

Hingga satu waktu, aku mendengar suara itu lagi. Suara yang merengkuh sukmaku, menelusup dalam batin, dan tanpa permisi mengalirkan cinta di hati.

Suara itu telah kembali!

Tapi kamu tahu? Suara itu sudah bukan suaramu lagi. Suara itu milik dia, yang bahkan tak pernah kulihat senyumnya secara langsung.

Pertanyaannya, apakah suara ini akan persis sama seperti suaramu? Yang mendadak hilang dalam keheningan penghianatan?

Aku tidak ingin tahu jawabannya…

Setidaknya untuk sekarang.

Sleman, 27 Mei 2014 

This entry was posted in Puisi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Suara yang Hilang di Keheningan

  1. Sergio says:

    I read a lot of interesting posts here. Probably you spend a lot of time writing, i know how
    to save you a lot of time, there is an online tool that creates high quality, google friendly posts in minutes, just type in google – laranitas free content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>