Tag: JS Badudu

Bentuk Pejabat dan Penjabat

Bentuk Pejabat dan Penjabat

Sampai sekarang ini, masih saja kita lihat kekacauan yang dibuat orang dalam pemakaian kata pejabat dan penjabat. Orang masih saja mengacaukan pengertian ‘yang menjabat sementara’ dengan ‘yang berjabatan tetap’. Mari kita tinjau proses pembentukan kedua patah kata itu sehingga jelas kepada kita makna yang terkandung pada kata-kata itu masing-masing. Bentuk kata benda yang dibentuk dengan …

+ Read More

Pemakaian Kata dengan Makna yang tidak Tepat

Pemakaian Kata dengan Makna yang tidak Tepat

Akan kita bicarakan di bawah ini penggunaan kata yang tidak tepat dalam kalimat dilihat dari sudut maknanya. Perhatikan kalimat berikut: “Ternyata Ibing bisa bergaya seperti dalang,” kilah Bunarto. Kata kilah dalam kalimat di atas dipergunakan sebagai kata yang bersinonim (sama artinya) dengan kata ujar atau kata (kilah Bunarto = ujar Bunarto = kata Bunarto). Memang …

+ Read More

Ungkapan “tidak semena-mena” yang menjadi “semena-mena”

Ungkapan “tidak semena-mena” yang menjadi “semena-mena”

Dalam penggunaan bahasa, sering pemakai bahasa suka menghilang-hilangkan unsur bahasa tertentu, atau menambahkan unsur bahasa yang sebenarnya tidak diperlukan. Kali ini akan kita bicarakan peristiwa bahasa yang disebutkan mula-mula itu. Dalam tiap bahasa, ada yang disebut ungkapan. Ungkapan itu ada yang terdiri atas sepatah kata, namun ada pula yang terdiri atas dua atau tiga patah …

+ Read More

Kata Ulang dan Masalahnya

Kata Ulang dan Masalahnya

Kita akan meninjau kata ulang dengan beberapa masalah yang berhubungan dengan kata ulang itu. Kata ulang menurut bentuknya ada beberapa macam: Kata ulang dengan mengulang sebuah morfem: kuda-kuda, sakit-sakit, berapa-berapa, perubahan-perubahan. Kata ulang berimbuhan: berjalan-jalan, gigi-geligi, anak-anakan. Kata ulang yang mengalami perubahan bunyi: bolak-balik, serta-merta, serba-serbi. Kata ulang dwipurwa: lelaki, tetamu, leluhur, tetanaman.

Ungkapan “antara … berhadapan dengan”

Ungkapan “antara … berhadapan dengan”

Pada halaman salah sebuah koran Ibu kota tanggal 2 Juli 1981, saya baca kalimat sebagai berikut: Di Wimbledon, antara Connors-Borg sudah berhadapan tiga kali. Mungkin, sepintas lalu kita lihat bahwa kalimat di atas itu tak ada kesalahannya, karena kita dapat menangkap maksudnya. Namun, jika kita perhatikan dengan seksama bagian demi bagiannya, anak segera nyata kepada …

+ Read More