Tag: Puisi klasik

Puisi Rustam Effendi – Mengeluh

Puisi Rustam Effendi – Mengeluh

Sajaknya yang lain yang menurut hemat saya paling keras menyatakan cintanya kepada kemerdekaan tanah air, berjudul sangat murung: ‘Mengeluh.’ Di bawah ini seluruh sajak itu saya salinkan : Mengeluh 1. Bukanlah beta berpijak bunga, Melalui hidup menuju makam. Setiap sa’at disimbur sukar Bermandi darah, dicucurkan dendam.  

Puisi Rustam Effendi – Pekik Asmara

Puisi Rustam Effendi – Pekik Asmara

Hampir semua sajak yang dikumpulkan dalam Percikan Permenungan itu adalah sajak-sajak murung, yang melukiskan kesedihan seorang remaja yang mesti bercerai dengan kekasihnya (meski tak pernah dijelaskan sebab-musabab perpisahan itu), penuh kenangan akan “masa nyawa boleh bercumbu,” nyata dari kebanyakan judul sajak itu sendiri: ‘Berduka,’ ‘Bernasib,’ ‘Gelap,’ ‘Gulita,’ ‘Lengang,’ ‘Di tengah Badai,’ ‘O, Hati,’ ‘Sebagai Mimpi,’ …

+ Read More