Tag: Puisi rustam effendi

Arti Kata Dera

Arti Kata Dera

Sudah sering bukan mendengar kata dera? Iya, kata itu sering sekali digunakan dalam berbagai kesempatan. Bentuk pengucapannya yang terkesan unik, membuat kata dera kini tak lagi digunakan sebatas pada makna denotasinya, tapi pada makna konotasi yang semakin lama semakin luas. Lapar yang mendera; Di dera hukuman penjara; dan lain-lain adalah contoh kata dera dengan makna …

+ Read More

Puisi Rustam Effendi – Mengeluh

Puisi Rustam Effendi – Mengeluh

Sajaknya yang lain yang menurut hemat saya paling keras menyatakan cintanya kepada kemerdekaan tanah air, berjudul sangat murung: ‘Mengeluh.’ Di bawah ini seluruh sajak itu saya salinkan : Mengeluh 1. Bukanlah beta berpijak bunga, Melalui hidup menuju makam. Setiap sa’at disimbur sukar Bermandi darah, dicucurkan dendam.  

Puisi Rustam Effendi – Pekik Asmara

Puisi Rustam Effendi – Pekik Asmara

Hampir semua sajak yang dikumpulkan dalam Percikan Permenungan itu adalah sajak-sajak murung, yang melukiskan kesedihan seorang remaja yang mesti bercerai dengan kekasihnya (meski tak pernah dijelaskan sebab-musabab perpisahan itu), penuh kenangan akan “masa nyawa boleh bercumbu,” nyata dari kebanyakan judul sajak itu sendiri: ‘Berduka,’ ‘Bernasib,’ ‘Gelap,’ ‘Gulita,’ ‘Lengang,’ ‘Di tengah Badai,’ ‘O, Hati,’ ‘Sebagai Mimpi,’ …

+ Read More