Tag: #puisi

(Puisi) Gaduh

(Puisi) Gaduh

By : F. Dewo Prianggo Dunia semakin gaduh, Terdengar suara suara bising, Mulutmu terlalu banyak bersuara, Membuatku semakin membisu, Bahkan intuisiku saja, aku tak bisa mendengarnya, Gaduh sekali…. Hatiku berucap lirih, Diam, hening, Semakain diam, semakin aku mendengar, Dikala dunia sibuk bicara, Aku memilih untuk hening, Sembari mendengar derau ombak dalam sanubari yang ritmenya semakin …

+ Read More

Mahasiswa

Mahasiswa

Sajak Bingung “Mati Enggan, Hidup Bukan Pilihan” Suara lonceng gereja tak terdengar kuat Suara-suara perut keroncongan lebih besar… Suara adzan tak syahdu biasanya.. Suara babak belur terhakimi manusia lebih dahsyat… Suara yang mana lagi? Perut kempes, badan terikat Bagaimana khusyuk dalam ibadah? Perintah ini dari Tuhan katanya, Tapi dijelaskan bukan dengan nilai keadilan. Sifat Maha …

+ Read More

YANG PALING DEKAT

YANG PALING DEKAT

YANG PALING DEKAT Rizal De Loesie Yang terdekat hanyalah kematian Kembali ke tanah tempat bermuasal Betapa langkah-langkah mengatur jarak Sebenar jarak hanyalah sedetak nafas Segala ambisi yang membakar nurani Mempertontonkan benih kemunafikan, Di atas doa-doa orang lemah Masih terlalu banyak kekeruhan air yang kita minum Masih ada rezki makhluk lain di piring makan kita Menyisih …

+ Read More

Menyeringai

Menyeringai

Sebagaimana aku dulu sebelum memelukmu sebegitu dalam Aku melampiaskan semua hasrat sekedar untuk mendekatkan Dianggap tak punya hati? selalu kudengar dari manusia yang tak mengutamakan logika Ini bukan sekedar diksi untuk sosokmu yang mungkin tak terganti Ini pula bukan sekedar kata untuk para manusia yang tak punya logika yang mengedepankan hati Aku mulai dari sini …

+ Read More

Antara Senja dan Gulita

Antara Senja dan Gulita

Aku terpaku pada memori tentangmu, sayang Pada rasa yang seharusnya musnah saja Ada indah tapi bermekar diatas derita Aku hanya lupa perpaduan rasanya Aku kira menyenangkan mengulangi Aku ternyata lupa, Yang aku ingat adalah kecap manismu Aku ternyata lupa, Duri yang menusuk terlalu banyak, Hingga rasanya samar Aku lupa, Apa itu mati rasa.