Tag: Sastra

LINDAP

LINDAP

I – Zeami, Teater Boneka, dan haiku yang tergeraikan Mengasapkan ragu atas gelora pada lenganku Sebentar lagi akan mekar di payudaramu – Cempaka-Kenanga II – Di pojok pepunden itu banyak hal yang hilang, Kau memotretku, lalu benang-benang melakonkan Kita : dua yang menyeduh kantata dari acapela Ketika hujan tersisa III Aku mungkin Fresco yang dipaksa …

+ Read More

Opini Rendra: Melawan Mesin (Bagian 1)

Opini Rendra: Melawan Mesin (Bagian 1)

Opini dari WS. Rendra yang termaktub dalam buku Mempertimbangkan Tradisi ini menunjukan kepada kita, sebuah musuh dalam wujud yang berbeda. Jangan bayangkan mesin yang dimaksud di sini adalah mesin seperti yang kita pahami saat ini. Mesin dalam pandangan Rendra ini, memiliki dimensi yang berbeda. Namun-dalam beberapa hal, memiliki esensi yang sama dengan arti kata mesin …

+ Read More

Penghilangan Awalan ber- Sebagai Pengaruh Bahasa Daerah

Penghilangan Awalan ber- Sebagai Pengaruh Bahasa Daerah

Saya ingin membicarakan kesalahan bahasa yang umum kita jumpai, baik dalam percakapan maupun dalam tulisan. Saya kutipkan di bawah ini kalimat yang tercantum di bawah gambar dalam sebuah surat kabar Ibu kota. Sudah kumpul. Para pengunjung sudah kumpul memenuhi Gedung Kebangkitan Nasional, tapi peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni Senin malam terpaksa dibatalkan karena tidak …

+ Read More

H.B. Jassin Pembela Sastra Indonesia 2 (Membela Sastrawan)

H.B. Jassin Pembela Sastra Indonesia 2 (Membela Sastrawan)

Merupakan lanjutan dari H.B. Jassin penyelamat Sastra Indonesia Tahun 1968 timbul pula heboh sastra, yakni dengan munculnya cerpen “Langit Makin Mendung” karya Kipanji-kusmin dalam majalah Sastra edisi Agustus 1968. Di Medan majalah edisi ini disita Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, sedang di Jakarta kantor majalah Sastra didemonstrasi sekelompok orang. Dan karena Jassin (Sebagai penanggung jawab majalah …

+ Read More