Tag: WS Rendra

“Empu” Rendra, Alternatif Baru bagi Wajah Kebudayaan

“Empu” Rendra, Alternatif Baru bagi Wajah Kebudayaan

Tulisan ini merupakan tulisan dari Emha Ainun Nadjib yang dimuat oleh Kompas pada 22 April 1975 dan dibukukan dalam Rendra, Ia Tak Pernah Pergi. Sebuah tulisan legendaris tentang Wahyu Sulaiman Rendra dan sepak terjangnya, terutama lewat Bengkel Teater yang banyak mencuri perhatian kala itu. Selamat menikmati.

Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon oleh WS. Rendra

Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon oleh WS. Rendra

Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon karangan dari WS. Rendra ini terbilang cukup sederhana. Karena seolah-olah, puisi ini menggambarkan diri Rendra yang berada di tempat itu, dan melihat segala ketidak-adilan yang ada di negerinya. Dalam satu puisi ini, dia mencoba menceritakan tentang segala masalah yang ada di negeri ini. Masalah sosial, politik, hukum, dan mungkin, perut …

+ Read More

Sajak Mata-Mata Oleh WS Rendra

Sajak Mata-Mata Oleh WS Rendra

Sebuah puisi dari jiwa pemberontak WS Rendra yang protes melihat media mulai diberangus kebebasannya. Dalam puisi ini, menurut kami, Rendra mencoba untuk menegur pemerintah yang memberikan pembatasan yang merugikan rakyat. Pembatasan untuk sang mata-mata, media. Sahabat, jika sekarang kita memiliki kebebasan besar untuk berpendapat dan menerima informasi, bisa jadi, puisi ini adalah salah satu alasannya. …

+ Read More

Simbolisme Sultan Hamengku Buwono I (Bagian 4-akhir)

Simbolisme Sultan Hamengku Buwono I (Bagian 4-akhir)

*Catatan editor:  tulisan ini merupakan opini dari WS. Rendra di majalah BASIS pada tahun 1972 yang dikumpulkan kembali dalam buku Mempertimbangkan Tradisi. Post ini merupakan lanjutan dari bagian 1, 2, dan 3. Syahdan, sikap religius semacam itulah yang menjadi dasar politik pembangunan Sultan Hamengku Buwono I waktu ia membangun kerajaannya. Tidak materialistis, namun tidak perlu antimaterialisme. Kepekaan terhadap …

+ Read More