Tips Menyunting Sendiri (Self Editing) untuk Penulis

Proses menulis adalah proses kreatif. Tentu, kita semua tahu. Dan memang, dalam prosesnya, kegiatan menulis haruslah penuh imajinasi. Kalau perlu, biarkan pikiranmu terbang sebebas-bebasnya, jangan takut. Tapi, setelah tulisanmu selesai, bacalah lagi, sunting lagi, dan jadikan tulisanmu yang memiliki imajinasi tinggi itu tetap berada pada tataran yang bisa diterima pembaca. Ya, seorang penulis selalu menulis ulang tulisannya.

Menulis ulang ataupun menyunting, ternyata tidak semudah kelihatannya. Kadangkala kita merasa buta akan kesalahan tulisan kita, karena kita terlalu mencintai karya kita (yang bagi beberapa penulis dianggap sebagai anak jiwa). Kadangkala kita tidak punya banyak waktu, karena -seperti kebanyakan penulis lainnya- kita sudah dikejar deadline. 

Untuk itulah, kami di sini akan berusaha memberikan tips yang mungkin bisa anda lakukan agar kegiatan self editing anda tetap dapat maksimal dan tidak menyusahkan editor dari agensi anda. Ya, penulis membuktikan rasa cintanya kepada editor dengan: memberikan naskah yang bersih dan enak dibaca. Ya, editor membaca lebih dari ribuan kata perhari, dan bayangkan perasaannya jika harus mengganti kata ‘jaman’ menjadi ‘zaman‘ sementara di dalam naskah itu ada ratusan kata ‘jaman’? Menyebalkan? Tentu saja.

Jadi, inilah beberapa tips untuk menyunting sendiri (self editing) untuk penulis:

1. Tinggalkan Tulisan Anda

Ketika anda selesai menulis sebuah naskah, biasanya ego anda akan berteriak lantang: “Ini adalah tulisan terbaik yang pernah ada!” atau sebaliknya, “Benarkah aku baru saja menulis sebuah cerita? Seharusnya sampah ini segera kuhapus!”

Ya, anda menilai tulisan anda secara setengah-setengah dan terlalu terburu-buru. Akibatnya, anda tidak lagi obyektif melihat naskah anda. Anda juga tidak bisa merasakan rasanya menjadi pembaca tulisan anda.

Untuk mengembalikan kewarasan anda terhadap naskah tersebut, caranya mudah: lupakan naskah itu. Anda dapat melupakannya dengan cara meninggalkan naskah itu selama berminggu-minggu, atau bisa juga dengan mengerjakan proyek lain yang bisa dilakukan.

Setelah anda hampir lupa dengan naskah tersebut, buka kembali file-nya, dan segera sunting. Dengan begitu, besar kemungkinan anda akan melihat naskah itu dari kacamata yang berbeda. Dari sudut pandang yang benar-benar baru.

Setelah itu, anda boleh menganggapnya sebagai naskah orang lain. Lakukan apa yang biasa kita lakukan pada naskah orang lain (terlebih yang tidak kita suka): hajar habis-habisan! Temukan kesalahannya, dan buat naskah itu menjadi naskah yang lebih baik.

2. Baca Tulisan Anda Keras-keras

Oke, tips tadi memang dapat digunakan oleh orang yang memiliki banyak waktu untuk menyunting naskah. Sekarang, bagaimana kalau penulis tidak punya waktu? Bagaimana kalau naskah baru selesai sehari sebelum deadline?

Bacalah tulisan anda keras-keras. Ya, jangan dibaca di dalam hati, tapi ucapkan semua tulisan anda dengan mulut anda. Rasakan intonasinya, rasakan jalan nafas anda ketika membaca naskah tersebut.

Dengan membaca keras-keras, kita akan melihat hal-hal yang luput dari perhatian. Seperti merasakan ritme yang muncul dari tulisan kita, mengukur apakah kalimat kita terlalu panjang atau tidak, merasakan emosi tokoh saat mengucapkan kalimat langsung, dan sebagainya.

Bacalah keras-keras naskahmu. Jangan malu.

3. Jadilah Editor yang Kejam

Ketika menulis, kita memiliki kebahagiaan tersendiri. Kita mengukir setiap kata tanpa takut, tanpa berpikir panjang. Tapi saat menyunting, kita harus memastikan bahwa tulisan kita bisa diterima akal sehat, atau setidaknya memberikan pesan yang seperti kita inginkan. Untuk mewujudkan itu, kita harus menjadi editor yang kejam. Bantai naskah anda yang tata bahasanya berantakan. Bantai naskah anda yang tanda bacanya masih salah-salah. Bantai naskah anda yang memiliki logika lemah. Bantai naskah anda yang tidak menjaga karakter tokoh. Bantai semua aspek kecil dalam naskah anda.

Lebih baik anda yang membantai naskah anda, daripada orang lain bukan?

Ingat kawan, tidak ada tulisan yang bagus, yang ada adalah tulisan ulang yang bagus.

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Tips Menyunting Sendiri (Self Editing) untuk Penulis

  1. murid baru says:

    Bantai tanpa ampun, itu lebih baik daripada menyisakan kesalahan…
    Itu akan akan membuat kita lebih hati-hati lagi

  2. murid baru says:

    Bantai tulisan kita tanpa ampun, itu akan membuat kita lebih berhati-hati lagi dalam menulis

  3. Pingback: Self Editing | Karya Otak Gue

  4. Pingback: Berpikir Seperti Herbivor, Menulis Seperti Karnivor | SastraNesia

  5. Pingback: Resensi Buku “Autumn Once More” dari Ilana Tan, Ika Natassa, Aliazalea, dkk | SastraNesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>