Ungkapan “antara … berhadapan dengan”

Pada halaman salah sebuah koran Ibu kota tanggal 2 Juli 1981, saya baca kalimat sebagai berikut:

Di Wimbledon, antara Connors-Borg sudah berhadapan tiga kali.

Mungkin, sepintas lalu kita lihat bahwa kalimat di atas itu tak ada kesalahannya, karena kita dapat menangkap maksudnya. Namun, jika kita perhatikan dengan seksama bagian demi bagiannya, anak segera nyata kepada kita bahwa susunan kalimat itu rancu atau kacau. Kalimat yang seperti itu susunannya dalam tata bahasa disebut kalimat rancu atau kalimat kontaminasi. Rancu artinya kacau.

Inti kalimat di atas itu ialah antara Connors dan Borg sudah berhadapan tiga kali. Jika kita bertanya, “Siapa yang sudah berhadapan tiga kali”, maka jawabannya tidak mungkin “Antara Connors dan Borg”, melainkan “Connors dan Borg”. Di sini nyata bahwa kata depan antara di depan Connors dan Borg tidak perlu dipakai. Secara tata bahasa kita akan katakan bahwa gatra Connors dan Borg adalah subyek kalimat itu dan gatra sudah berhadapan tiga kali adalah predikat-nya.

Kesalahan yang kita lihat dalam kalimat di atas terjadi karena di depan subyek kalimat diletakkan kata-depan atau proposisi. Kalimat yang kita bicarakan itu rancu susunannya karena penutur mengacaukan dua buah kalimat yang betul strukturnya menjadi sebuah kalimat yang kacau. Kalimat yang kacau susunannya (kalimat kutipan dari koran) itu dapat kita kembalikan kepada dua buah kalimat asal yang betul strukturnya yaitu:

1)      Di Wimbledon, Connors dan Borg sudah berhadapan tiga kali.

2)      Di Wimbledon, antara Connors dan Borg sudah pernah terjadi tiga kali pertandingan.

Pada kalimat 2) kita lihat bahwa subyek kalimat itu bukan Connors dan Borg melainkan tiga kali pertandingan. Predikatnya ialah sudah pernah terjadi, dan antara Connors dan Borg merupakan keterangan predikat. Jadi, kalau kalimat 2) itu kita susun menurut urutan biasa (S-P-K) maka hasilnya sebagai berikut:

Di Wimbledon, tiga kali pertandingan sudah pernah terjadi antara Connors dan Borg.

Kalau kata berhadapan pada kalimat 1) kita ganti dengan kata bertanding, maka kalimat itu menjadi:

Di Wimbledon, Connors dan Borg sudah bertanding tiga kali. Kalimat-kalimat yang rancu seperti kalimat yang saya kutip koran itu sering kita jumpai dewasa ini baik dalam ucapan maupun dalam tulisan. Kalau Anda agak teliti, maka hampir tiap malam Anda dapat menangkap satu atau dua kalimat semacam itu dari warta berita TVRI. Warta berita itu adalah bahasa tulis bukan bahasa lisan. Jadi, sebenarnya, penyusun berita itu masih dapat memperbaiki kesalahan seperti itu sebelum berita itu dibacakan oleh penyiar. Namun, karena kesalahan seperti itu kurang dapat dirasakan oleh penyusun kalimat, lahirlah bentuk-bentuk kalimat yang rancu seperti itu. Menurut pengamatan saya, kalimat yang rancu susunannya seperti itu dibuat hampir oleh setiap orang –dewasa ini- bahkan para sarjana termasuk dosen-dosen pun tidak luput dari kesalahan seperti itu. Seorang sarjana yang menuliskan hasil penelitiannya menulis sebagai berikut:

- Diantara ketiga dialek itu memiliki perbedaan yang besar.

- Dalam masyarakat Madura pun mengenal dua golongan ini.

Cobalah Anda perhatikan dengan seksama. Akan segera tampak kepada Anda kekacauan susunan kalimat-kalimat di atas ini.

Kedua kalimat kacau di atas ini dapat kita kembalikan kepada dua kalimat asal yang betul strukturnya.

Kalimat pertama:

1)      Ketiga dialek itu memiliki perbedaan yang besar.

2)      Diantara ketiga dialek itu terdapat perbedaan yang besar.

Kalimat kedua:

1)      Masyarakat Madura pun mengenal dua golongan ini.

2)      Dalam masyarakat Madura pun dikenal dua golongan ini.

Hati-hatilah dalam menyusun kalimat sehingga Anda tidak akan mencampurbaurkan dua kalimat yang betul strukturnya ke dalam satu kalimat yang rancu (kontaminasi).

Diambil dari buku: Inilah Bahasa Indonesia yang Benar karangan JS. Badudu.

Your ads will be inserted here by

Easy AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot OR
Suppress Placement Boxes.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>