Ungkapan-Tetap Berkata “dengan” yang Dikebiri

Kali ini kita akan coba membahas pemakaian kata dengan yang seringkali dikebiri oleh beberapa pemakai bahasa yang ingin menyingkat kalimat.

Kata dengan tergolong jenis kata depan (preposisi) yang berfungsi menghubungkan kata, frase, atau klausa. Pada umumnya, fungsi kata dengan dalam kalimat sebagai berikut:

1. Menyatakan arti ‘bersama-sama’,misalnya, Amin pergi ke Medan, dengan anak istrinya.
Ibu dengan Ayah sedang berbincang-bincang.

2. Menyatakan pengertian yang sama dengan ‘lawan’,
misalnya, Ardiansyah bermain catur dengan Arovah Bachtiar.
Siapa yang bercakap-cakap dengan Anda tadi?

3. Menyatakan arti sama dengan ‘memakai alat’,
misalnya, Kakak memotong dahan kayu itu dengan parang.
Ia menunjuk-nunjuk ke arah barat dengan tongkatnya.

4. Bersama-sama dengan kata dibelakangnya menyatakan ‘keterangan keadaan’,
misalnya, Gadis itu memandang kepadanya dengan tersenyum.
Gurauanku dibalasnya dengan cibiran bibir.

5. Dipakai sebagai alat pengekplisitkan hubungan kata,
misalnya, Pendapatmu itu bertentangan dengan yang telah diputuskan dalam rapat.
Berhubung dengan jumlah kelas yang terbatas, murid yang dapat diterima tidaklah banyak.

Dari contoh-contoh diatas, kita dapat melihat bahwa kata dengan dalam kalimat digunakan dengan fungsi tertentu. Dewasa ini kita jumpai kebiasaan pemakai bahasa yang menghilangkan saja kata dengan itu. Pada contoh 5 di atas, penggunaan kata dengan bersama-sama dengan kata yang mendahuluinya sudah merupakan ungkapan tetap.

Contoh lain yang dapat diberikan di sini misalnya: bertalian dengan, berhubungan dengan, berkenaan dengan, bertepatan dengan, bersangkut-paut dengan, sejalan dengan, sesuai dengan, seiring dengan.

Bila dalam kalimat pertama contoh 5 kata dengan kita hilangkan, akan terasa benar kejanggalan kalimat itu.

Pada contoh 5 kalimat kedua, dewasa ini kata dengan sering dihilangkan orang sehingga ungkapan tetap berhubung dengan dijadikan berhubung saja, seolah-olah kata berhubung sama dan identik artinya dengan kata karena. Kalimat itu menjadi:

- Berhubung jumlah kelas yang terbatas, murid yang dapat diterima pun terbatas. (kalimat tidak baku)

Dalam kalimat seperti di atas ini, sebaiknya kata karena yang dipakai dan bukan berhubung. Bila dua klausa dihubungkan oleh kata berhubung dengan, maka hubungan antara kedua klausa itu merupakan hubungan pertalian. Bila kata karena yang dipakai, maka hubungan kedua klausa itu memperlihatkan adanya hubungan sebab-akibat.

Demikian juga kita lihat dengan ungkapan sesuai dengan. Kata dengan dibelakang kata sesuai dihilangkan orang saja seperti dalam kalimat:
-Tindakan itu dijalankan sesuai keputusan pemerintah.
(seharusnya: sesuai dengan keputusan)
-Perbuatan seperti itu tidak sesuai tata krama ketimuran.
(seharusnya: tidak sesuai dengan tata krama ketimuran.)

Memang jika kita bandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa Belanda, kedudukan kata depan atau preposisi dalam ungkapan-ungkapan bahasa Indonesia seperti di atas tidak terlalu “ketat”, artinya kadang-kadang kita dapat memilih satu diantara kata depan, namun pemakaiannya masih tetap diharuskan. Misalnya, kata hormat dapat diikuti kata depan akan, atau kepada, atau terhadap, menjadi hormat akan, hormat kepada, atau hormat terhadap (orang tua).

Kalau dalam bidang jurnalistik dikenal yang disebut dengan ekonomi bahasa, tidak berarti bahwa kita dapat menghilangkan kata dalam kalimat sesuka hati kita. Ada kata yang dapat dihilangkan, tetapi ada pula yang tidak boleh dihilangkan. Misalnya ungkapan-tetap terdiri atas, atau terdiri dari, janganlah dikatakan terdiri saja, hanya karena kita ingn singkat.-Kelompok peneliti itu terdiri lima orang tenaga ahli.
(bukanlah kalimat bahasa Indonesia berstruktur baku)
-Kelompok peneliti itu terdiri atas (atau terdiri dari) lima orang tenaga ahli. (bentuk baku)

Tulisan ini diambil dari buku: Inilah bahasa Indonesia yang Benar dari JS Badudu.

This entry was posted in Bahasa and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>